We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Campus' Diary : Lost in Japan

My Campus' Diary : Lost in Japan

  • WpView
    Reads 868
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 8, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
This story is loosely based on a true story Arya sudah senang ketika dari puluhan beasiswa yang dilamarnya akhirnya ada yang tembus juga. Terbayang di benaknya bahwa tak lama lagi, ia akan terbang ke Jerman, punya pacar bule, lalu lulus kuliah, punya anak blasteran, dan seterusnya, yang mengisi khayalannya. Namun apa dikata, nasib mempermainkannya. Sebuah telepon bagaikan petir di siang bolong, menghanguskan semua angan, mimpi, dan cita-citanya. Namun, rupanya sang nasib masih berbaik hati padanya, sehingga ia mendapatkan kesempatan kedua untuk belajar di negeri sakura. Tanpa pengetahuan dan persiapan, jadilah ia pergi ke negeri asing. Serangkaian kebetulan menjadikannya Kepala Suku dari sebuah Asrama Putri, hingga bersinggungan dengan Yakuza. Ini sebenarnya merupakan sebuah DIARY yang ditulis ulang menyerupai novel komedi (dan mungkin roman), yang ditulis berdasarkan kisah nyata, dengan tambahan 'bumbu' di sana-sini.
All Rights Reserved
#2
kouhai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Dear, Pak Dosen
  • Mas Captain! I Love You
  • match with a lecturer?! || On Going
  • [Mute?✓]
  • Kita-san's beautiful cousin! || Inarizaki [Haikyuu]
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • SINDROM KANDAS MENAHUN [Akan Terbit]
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI

| Self discovery | Family & Relationship| slice of life | coming of age | "Behind The Smile" Di balik tawa dan vibes ceria, siapa yang nyangka ada luka yang nggak kasat mata? Ini cerita tentang tiga anak muda yang hidup bareng di satu tempat, tapi masing-masing punya "baggage" hidup yang berat banget buat diomongin. Ada yang struggle banget karena nggak pernah dapet support penuh dari keluarga, terutama soal pendidikan. Komentar negatif dari orang sekitar bikin overthinking nggak kelar-kelar. Ada juga yang tumbuh di keluarga broken home, dipaksa ngikutin mimpi orang tua yang nggak nyambung sama passion-nya. Kasih sayang? Nihil. Dia cuma bisa bertahan karena nggak punya pilihan lain. Terus ada lagi yang mentalnya udah remuk karena sering dibandingin sama saudara atau orang lain. Support emosional dari keluarga? Jangan harap. Mereka keliatan fine di luar, senyum terus, ketawa terus. Tapi di balik itu? Mereka lagi perang sama diri sendiri. Pas hidup makin kerasa toxic dan jalan keluar nggak kelihatan, apa mereka bisa nemuin power buat bangkit lagi? Let's find out their journey-raw, real, and relatable banget dalam "Behind The Smile"

More details
WpActionLinkContent Guidelines