Istri Tengil sang CEO

Istri Tengil sang CEO

  • WpView
    Reads 206
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 6, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Claretta Amora Pramudya gadis kecil berusia 17 tahun, seorang yatim piatu sejak umur 7 tahun akibat keserakahan keluarga pamannya. Tanpa di sengaja tertabrak oleh mobil yang di kendarai CEO tampan namun sangat kejam , ia adalah Langit Savero Pratama yang saat ini berusia 28 tahun. Untuk menebus kesalahannya, Langit menikahi Amora yang sedang kehilangan ingatannya. Akankah pernikahan mereka berjalan dengan bahagia? atau justru akan menambah puing2 kehancuran? silahkan di baca saja ceritanya!!! (18++ ada adegan kekerasan) harap bijak dalam membaca
All Rights Reserved
#189
tengil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terikat Cinta
  • Unwanted Wedding
  • LINTANG & LANGIT
  • Let Me Be Your Sky [ C O M P L E T E ]
  • Wanita Gila Itu Istriku
  • TWILIGHT WALK
  • MENIKAHI CEO

Karena ingin menebus rasa bersalah yang amat besar pada istri kakaknya, Senja harus terikat perjanjian yang di buat oleh Larissa, istri Langit. Dengan mengandung bayi dari kakak angkatnya, Senja harus kehilangan semua yang ada dalam hidupnya. Termasuk kehilangan kepercayaan orang-orang di sekitarnya. Tanpa di ketahui oleh Langit, Larissa yang di nyatakan tidak bisa mengandung, memaksa Senja untuk menjadi ibu pengganti bagi calon bayinya. Awalnya, semua berjalan sesuai rencana. Tapi, ternyata... Senja di paksa harus merelakan bayi dalam kandungannya saat Larissa di nyatakan hamil. Sanggupkah Senja merelakan bayinya, setelah orang-orang membencinya serta kehilangan orang yang di cintainya? Haruskah Senja menjadi penjahat untuk anaknya sendiri? Terlebih, Langit begitu membenci dirinya atas ketidaktahuan pria itu! Langit tidak perlu tahu betapa besar perasaan Senja terhadap pria itu. Seperti Senja di sore hari, meski hanya sebentar-bukankah biasnya yang indah kerap menghiasi Langit? Meski ia harus rela di telan kegelapan malam, bukankah keindahan Senja pernah membias cakrawala. Meski sebentar, Langit selalu menjadi tujuan Senja. Begitupun cinta Senja untuk pria itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines