We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Zahra & Arkan

Zahra & Arkan

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 24, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
“Mbak? boleh minta WAnya?” “Ning Zahra kenapa ya kamu selalu melintas isi kepalaku,” ini adalah kisah cinta seorang mahasiswa. Arkan Adreas yang mulai mencintai seorang perempuan dari anak Kiyai. “Arkan? Lo Nonis! mau apa kamu!” ah sialll apakah Arkan mampu menahlukan hati Zahra? apakah Arkan akan menjadi mualaf? ataupun bahkan tetap tegung dengan keyakinannya? oh tuhann aku bingung! ceritaa full gregett🤫 jangan lupa Vote jika kalian suka yaa dan bantu suport Author ya biar semangat bikin ceritanya. thank u for wathcing happy reading see u 💓
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • SCRIPTSHIT (TAMAT)
  • ARSYA ✔
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Life With My Lecturer [republished ]
  • Ketulusan Nafisya (On Going)✔️
  • IGNITES (END)
  • Arkan&kiara
  • Cinta Ku Karna Allah

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines