Aku, Kamu, dan Cicak

Aku, Kamu, dan Cicak

  • WpView
    Reads 241
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 22, 2023
Bagi Nayara hidupnya seperti puing bangunan, hancur, lebur, berantakan. Kadang dia merasa sangat ingin mati tapi, di sisi lain dia tahu jika tuhan tidak akan mengampuninya jika mati di tangan sendiri. Gadis itu punya tempat tinggal tapi, dia tidak pernah memiliki rumah tempatnya berkeluh kesah. Semuanya hilang, hancur, roboh, bersamaan dengan perpisahan kedua orang tuanya, belum lagi masalah baru yang semakin membuatnya merasa terpuruk. Kadang dia masih berusaha menyatukan puing-puing itu tapi, seringnya dia membiarkan saja mereka semakin hancur, dan lebur bersama dengan hujan deras yang sering kali keluar dari bola matanya. Di saat keinginannya untuk mati semakin menjadi, adakah yang mampu membuat Nayara tetap ingin melanjutkan hidup?
All Rights Reserved
#66
nayara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LUKA PUNYA CERITA
  • SKY [END]
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Dear of Natasya
  • cerita diatas kanvas

Tidak semua pengorbanan berujung kebahagiaan. Naylin dan Zirka terjebak dalam lingkaran perasaan yang rumit, membuat mereka mengambil keputusan-keputusan bodoh, yang mereka kira adalah pengorbanan, ternyata cara lain untuk saling menyakiti dan menghancurkan satu sama lain. Di tengah sandiwara dan kebohongan yang terus mereka susun untuk menutupi luka, justru mereka harus kehilangan satu persatu hal paling berharga dalam hidupnya. Lalu, sampai kapan mereka harus terus berpura-pura? Menyaksikan orang-orang yang mereka cintai membuang hatinya untuk orang lain yang tak akan pernah menoleh ke arahnya. Sampai kapan mereka terus menukar kebahagiaannya? Demi semesta yang bahkan tak pernah sudi melihatnya. Sampai kapan mereka menyiksa diri sendiri? Terus menerus menyangkal perasaannya, bertindak seolah manusia bisa mengendalikan takdir. Mereka lupa bahwa Tuhan lebih berkuasa. Dan apakah mereka akan jujur? Atau menunggu semuanya hancur? Atau malah kebohongan itu membuat mereka ... ********** Eeeeiitttt! Jangan mudah tertipu deskripsi nya yaaaa, karena kita ga akan tahu seberapa banyak luka yang akan bercerita, jika hanya melihatnya dari deskripsi pembuka. Dan sedikit clue, luka di sini mungkin ga ada obatnya. Start Oktober 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines