TEATRIKAL RASA (Cooming Soon)

TEATRIKAL RASA (Cooming Soon)

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 26, 2023
"kalau seandainya orang tua ku ninggalin aku sendirian. Kalau misal mereka pergi. Kalian juga bakalan pergi?" ---- "Kamu gak bakalan tahu rasanya jadi aku Sa." " Gue tahu, jauh tahu dari lo Nay. Ibarat lo muridnya, gue gurunya Nay." ------ "Shit, kenapa seolah-olah lo yang paling peduli sama dia? HAH? Lo kira gue ga peduli? Asal lo tau gue yang dari dulu jagain dia" "Hah, dengan lo ngomong kayak gitu. Itu berarti ngebuktiin betapa sok sucinya lo selama ini." "STOPPP" "Aku mohon stop, aku capek, aku udah ga sanggup lagi" "NAYRAAA" ------- Perjuangan tiga remaja yang sama-sama memiliki kisahnya masing-masing. Mereka hanyalah remaja biasa yang disakiti oleh keadaan. Semesta seakan menghempaskan isinya agar mereka sadar setiap usaha yang mereka lakukan akan ada pengorbanan yang menyakitkan. Sekelibat kisah remaja yang di alaminya. Kisah cinta, pertemanan, keluarga. Menelan pahit pil-pil kehidupan suka-duka duka-cita , membawa berkotak-kotak situasi yang tak pernah di bayangkan sekalipun oleh mereka. Ego yang belum bisa dikendalikan sepenuhnya, perasaan labil yang masih mereka miliki, merupakan dua dari banyaknya rintangan yang akan mereka hadapi. Namun, luka tak kan selamanya ada. Akan ada pelangi setelah hujan. Begitupun dengan kisah mereka dan mungkin akan ada sedikit pengorbanan. ________-_-______
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Guard Your Hearts
  • Alisa's Story
  • coward
  • Imaginary Boyfriend
  • Andira [End]
  • Tokoh Utama

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines