Sajak Sastra Senja

Sajak Sastra Senja

  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 16, 2025
"Akan ku buat kamu abadi di dalam tulisanku, dan akan ku jadikan kamu sebagai tokoh utama di dalam prosaku." Ya, kira-kira begitulah ucapan seorang penulis ketika ia menemui hal yang bermakna dalam hidupnya, begitu juga dengan Abia Senja Kumala, gadis itu mengabadikan segala momen dan kisah hidup yang ia lalui di dalam tulisannya. Lika-liku kehidupannya yang cukup berat tak membuat ia menjadi seseorang yang lemah, justru membuat ia menjadi seseorang yang kuat dan mampu bertahan dalam menjalani hidup. Hingga pada akhirnya, semesta mengirimkan seorang laki-laki yang dapat menguatkan dia, yang selalu menemani langkahnya sekaligus bisa mengambil hatinya. Siapakah sosok laki-laki itu? Bagaimana perjalanan mereka? Apakah mereka akan berakhir bahagia?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • AELEASHA (OG)
  • BADAI CAMILLA [COMPLETED]
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Raka Is Mine [Proses Revisi]
  • The Cool My Boy Friend [TAMAT]
  • Ketua Osis Vs Kapten Basket
  • ManDavano
  • Don't Go [END]

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines