TakkanTerganti

TakkanTerganti

  • WpView
    LECTURAS 263
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, mar 2, 2015
Dia adalah temen masa kecilku dulu,dia sudah memberikan banyak kenangan indah untukku. Tanpa kusadari, ternyata waktu memisahkan kita berdua. Namun,disaat aku sudah memiliki yang lain,tibatiba tuhan mempertemukan kita kembali. Aku bingung dengan perasaan ku saat ini,tuhan tolong bantu aku untuk mencari seseorang yg TAKKAN TERGANTI-kan oleh siapapun♡.
Todos los derechos reservados
#22
zetta
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • TEOLOGI CINTA
  • senja di matamu
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • My Duchess / End
  • Cahaya Terang (END)
  • Embun Pagi
  • Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓
  • Mr.Keenan
  • KITA DAN SEMESTA
  • Annam Al Abbiyan

Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido