We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Take Your Coffee!

Take Your Coffee!

  • WpView
    Reads 382
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 10, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Kata 'SAH' baru saja bergema dua jam yang lalu. Bukannya berbahagia, kedua pasangan itu malah dilanda ujian. Di ruangan serba putih, diiringi dengan suara mesin elektrokardiogram. Zaidan Alluca, laki-laki yang baru saja melafalkan ijab qabul harus terbaring di ranjang pesakitan, ditarik ke alam bawah sadar. Khanza Mahveen yang baru saja mendapat gelar baru. Harus kembali menerima kenyataan pahit, setelah ia yang harus menikah secara paksa, kini ia harus menunggu suaminya kembali sadar dalam kurun waktu yang tidak bisa ditentukan. Apakah Khanza akan tetap melanjutkan pernikahannya? Atau memilih untuk meninggalkan Zaidan? Bukankah ini kesempatan yang bagus?
All Rights Reserved
#660
gus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Accidental' (END)
  • ZA&RA
  • A Day In My Love
  • IDOLA GAMBUS - Bingkai Rindu Alkahfi
  • AKALA ; My heart beats for Miss
  • He's My Husband [ REPUBLISH ]
  • SHASA
  • 𝐙𝐈𝐍𝐍𝐈𝐀
  • Another Life (Completed)
  • Caliorate: The Wilted Gardenia

Follow dan beri vote nya! "Ekhem! Bagaimana kelanjutannya?" Tanya Reza kepada pihak keluarga Leo "Sesuai kedatangan ku kemari Reza, putraku akan bertanggung jawab," jawab Bram dengan yakin Leo terus saja mencuri pandang pada Zena yang menundukkan kepalanya, dia merasa sangat bersalah telah mengotori gadis baik itu. Jelas Leo mengetahuinya, Aldiva Zena yang selalu mengikuti olimpiade mewakili sekolahnya Zena mendongak sedikit ingin menatap Leo, calon suaminya. Belum 2 detik Zena langsung menunduk lagi karena ternyata Leo sedang menatapnya *** Dor! "Arghh." Seorang pria berjas rapi memegang perutnya yang terkena tembakan, dia berlutut dilantai menahan sakit. Ia mendongak menatap seorang gadis yang menangis didalam cekalan seorang pria kekar. "STOP!" ucap gadis itu tapi tak dihiraukan oleh pelaku penembakan itu. "Diem bocah ingusan!" Perintah orang yang membawa senjata api itu. *** Itu hanya sepenggal cuplikan diawal part ya, nanti beda lagi dibelakang Bagaimana dengan alur cerita ini? Akankah serumit itu? Konflik yang dikira sudah tidak ada, akan muncul diluar dugaan IKUTI ALURNYA!!! Selamat membaca:) #1 in misteri-Jan 22 #1 in nikahsma-Jan 22 #1 in tennfiction-Jan 22 #1 in kebahagiaan- March 22 #1 in beasiswa- April 22 #1 in kejutan- Juli 22

More details
WpActionLinkContent Guidelines