LILIANA (Hiatus)

LILIANA (Hiatus)

  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Stimmen 23
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Apr. 16, 2023
WpInfo
Belletristik
Romantik
Dipaksa dewasa,di tuntut sempurna. Aku manusia tapi seperti robot,aku hidup tapi seperti mati. aku tertawa sepanjang hari tapi jiwa ku terasa kosong dan hampa. Bukan tidak ingin bahagia,tapi untuk saat ini aku mati rasa. semua saling menyalahkan lantas yang mana yang harus ku percaya. perlahan paranoid dan aniexty tumbuh dalam diriku tanpa kalian tau. ego kalian terlalu tinggi hingga melupakan bahwa ada korban dari ego itu. "Aku tidak marah,aku hanya kecewa. emosi mungkin ada tapi aku tidak tau cara mengungkapkan nya." °°°°°°°°°°°°°°°°°°° "Bukan aku yang tidak bisa memahami kalian,tapi kalian yang tidak mau menempatkan diri di posisi ku." _Liliana Lawvers
Alle Rechte vorbehalten
#579
hurt
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Memorable
  • Sebuah Rasa
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Anak pertama||TNF
  • Alter ✔
  • "Jiwa Tanpa Titik Pulang" ⚕︎Gin Geheboi⚕︎ TNF/TNMC ❦
  • ALVIN (On Going)
  • ALEYA~~
  • Don't Touch My Baby!
Memorable

Akulah gadis bisu itu, hanya mampu menatap apa yang kulihat tanpa mampu berteriak bahkan untuk melawan pun sulit. Aku berdiri disini menunggu sebuah harapan itu datang. -milena- *** "ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG." "AKU AKAN SELALU MENJAGA KAMU, PRINCESS." "MAAFIN PAPAH, MILE." "LO CUMA PENGUSIK KELUARGA CORLISS." "JANGAN PERNAH LO TUNJUKIN MUKA BUSUK DRAMATIS LO DI HADAPAN KITA-KITA LAGI, NONA ALEXA YANG MAHA BENAR." "DON'T CRY, PRINCESS. EVERYTHING WILL BE OKEY, RIGHT?" "Aku pikir dibalik wajah lugu dan polos yang selama ini kamu berikan benar-benar menginginkan yang namanya kasih sayang, tapi sekarang kamu menunjukan pada kami semua tentang seseorang yang memang layak untuk dibenci." *** Aku muak dengan takdir yang selalu mempermainkan garis tangan kebahagiaanku, tak pernah kah Tuhan berpikir jika aku lelah, dimana takdir bahagia yang telah dituliskan untuk perjalanan hidupku? Aku..takut, semua alasan aku berdiri dan hidup perlahan pergi, bahkan orang yang aku nantipun pergi tanpa belas kasihan padaku.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien