"Iya karena aku emang hanya sebagai pemuas nafsu kmu doang yang dengan gampang kamu bujuk bujuk terus kembali nurut sama kamu, iya kan" ia meninggikan suara dihadapan lelaki itu dengan penuh emosi dan air mata mengalir di pipi "Kalau aku hanya jadiin kamu sebagai pemuas nafsu terus buat apa aku lawan orang tua aku sampai minggat dari rumah terus bawa kamu kesini, hah buat apa coba aku perjuangin semua itu kalau hanya sekedar nafsu" Ucap Devan dengan penuh penekanan dan tak kalah emosi
More details