aku,dia dan Rabbku

aku,dia dan Rabbku

  • WpView
    Membaca 8
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Apr 19, 2023
Aku tidak munafik.. Bohong rasanya jika aku bilang tidak mencintaimu,tapi maaf...aku lebih mencintai Tuhanku dari pada kamu. Aku lebih memilih kehilangan kamu dari pada Tuhanku... Bukan karena aku tidak benar benar cinta,tetapi...dalam agamaku sesuatu yang hilang karena-Nya maka berarti akan diganti dengan yang lebih baik lagi. Bukan karena kamu tidak baik, tetapi karena kita berbeda... لكم دينكم و لي دين ~Sauliya Nesa Al-Ghifari~ Kenapa jarak ini begitu jauh? Aku tau ini salah,tetapi siapa yang tahu? Bahwa rasa ini akan tersimpan dan tertuju untuk kamu.. Karena aku tau.. sebesar apapun perjuanganku untuk kamu kita tetap akan berada pada kata akhir yang sama.. kecuali ada yang berkorban salah satunya.. ~Rakata Tristan Ganesa~ begitu pelik perbedaan antara mereka.Akankah mereka bersatu atau mengikhlaskan takdir mereka untuk hidup masing masing??..
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • TEOLOGI CINTA
  • You are in my past and my future [END]
  • di akhir perang
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • 31 Months for You (Revisi)
  • A high wall for us
  • ASSALAM'MUALAIKUM MY S(e)OUL. WA'ALAIKUMSALAM, SARANGE
  • Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓

Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan