Mona dan warna biru

Mona dan warna biru

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 8, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Mona, seorang gadis remaja yang menyukai ketenangan dan kedamaian. Dia seorang 'ratu' dari SMA Cakrawala. Dia dikenal sebagai ratu karena senyumannya yang cantik, manis, dan ia memiliki hati yang baik. Dia adalah gadis yang sangat menyukai warna biru. Atau mungkin, dia terobsesi dengan warna biru. Kehidupan Mona sangat damai, layaknya warna biru. Sampai suatu ketika, muncul suatu masalah sehingga semuanya menjadi terbalik. Ia tidak tahu apa yang akan dirinya lakukan setelah ini. Berbagai pertanyaan terus memutari pikiran Mona. -------------------------------------------------------- Halo, semuanya! Jangan lupa buat vote dan follow authornya yaa! Thanks semua! WARNING!! CERITA INI MENGANDUNG KATA UMPATAN DAN KATA-KATA KASAR. JADI MOHON BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN :) don't copy my story!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kanaya Safira_
  • Cinta Dalam Diam
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • KHALILA AND OTHERS
  • Bara dan Biru
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Valcano
  • AILIA (COMPLETED)

Holla! ini ceritaku. Entah kalian suka atau tidak. Aku gak tau. Yang kepo atau sekedar ingin tau langsung baca aja ya;) Semoga suka! Singkat cerita_ Aku adalah gadis yang punya trauma yang mudah kumat kapan saja. Disini aku gak terlalu suka bergaul, awalnya aku cuma punya satu sahabat, namanya fia, sifia maharani. Dia adalah sahabat yang tau betul tentang kehidupanku yang penuh porak poranda, aku adalah seorang anak broken home yang tak pernah kuduga bisa bertemu dengan seseorang yang kini selalu ada, setidaknya selalu ada untuk menjagaku, menurutku, Ia adalah penganti kakak ku yang telah tiada karena sebuah kejadian na'as yang aku selalu sesali setiap mengingat kejadian itu. Aku bersyukur, karena mulai hari itu, dimana aku harus menguras pikiranku untuk sebuah pertaruhan, aku bisa mengenal seseorang yang mampu membuatku tak merasa sendirian lagi, bahkan walaupun sudah ada fia yang selalu menemaniku setiap kali Ia mau.

More details
WpActionLinkContent Guidelines