My boyfriend is He

My boyfriend is He

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 23, 2024
Sina Anastasya adalah gadis biasa saja tidak pintar tidak juga bodoh cukup cantik tapi tidak secantik itu hingga membuat setiap laki-laki akan memandangnya. Meski begitu Sina mempunyai kebribadian yang friendly dan mudah bergaul dengan siapa saja. Sehingga dia mempunyai cukup banyak teman. Aram Praditya adalah orang yang disukaimya, karena sakit hati dikhianati oleh temannya sendiri akhirnya Sina menjalin hubungan dengan teman Aram entah bagaimana akhirnya kisah cinta seorang Sina Ansastasya. "lo tau gak kemaren gue denger si Mita jadian sama Aram." "ha?" Jawab Sina memastikan, takut telinganya salah dengar. "lo mau ga jadi pacar gue." "..." "jadi gimana lo mu ga jadi pacar gue." "mmm." "lo diem berarti setuju, sekarang kita pacaran." 3/13/1412
All Rights Reserved
#413
chicklit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LO$ER = LO♥️ER
  • [NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔
  • ARTAN
  • East sky first love
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Just another High school Story [Completed]
  • AMORA (END)
  • Bukan Salah Cupid "Memanah"

"Kamu tahu sendiri Dava kalo aku cinta kamu bukan kak Andra." Lirih Anara mengungkap Isi hatinya untuk kesekian kalinya. "Dan Lo juga tau sendiri kalo gue gak cinta sama Lo! Gue disini cuma membalaskan dendam gue." Anara menahan nafasnya, seketika dadanya nyeri setelah Dava mengatakan apa yang ia rasa. Dava beranjak duduk menatap Anara dengan pandangan yang sulit diartikan. "Apa segini cukup Dav untuk balas semua dendam kamu?" Tanya Anara membeo, dirinya memalingkan wajahnya. "Kamu selalu berhasil bikin aku hancur!" Gadis itu berbalik pergi meninggalkan Dava yang masih bergeming di tempatnya. Lelaki itu duduk memandang pintu dimana Anara menghilang dari pandanganya. Senyum tipis Dava terbit tampak terlihat menyayat hati siapapun yang melihatnya. "Sampai kapanpun Lo gak akan pernah bisa gue miliki Anara. Bahkan disaat gue juga cinta sama Lo. Karena gue hanya akan selalu menjadi pecundang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines