Door||Not just door

Door||Not just door

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 26, 2023
Apa yang kamu pikirkan ketika kamu mendengar kata Door? Door itu pintu? Ya! itu benar. Kalian tau? Makna pintu itu banyak sekali. Aku mendefinisikan kata Pintu ini untuk diriku. Pintuku selalu aku kunci. Tidak bisa sembarang orang bisa membukanya dan masuk seenaknya. Beberapa datang hanya untuk bertamu, lalu tidak lama pergi. Sangat jarang sekali ada orang yang benar-benar ingin tinggal. Jangankan tinggal, untuk membuka pun enggan. Mereka bilang, aku ini sulit. Sulit dimengerti, sulit dipahami ya kira-kira begitu. Entah aku yang kurang membuka diri, atau mereka yang tidak ingin lebih dekat kenal denganku. Yang jelas, aku sudah berusaha untuk masuk dilingkungan yang menurutku itu baik, maka aku dengan senang hati menyesuaikannya.
All Rights Reserved
#34
tentanghidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah untuk Hatiku [SELESAI]
  • Forbidden Love
  • Panen Rambutan
  • A Place Called Home
  • REZA DAN 14 PENGUASA (BXB HAREM)
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah

Setelah tak ada cinta yang kudapati di rumah, aku selalu berharap, suatu saat nanti jika aku mencintai seseorang, aku ingin dia mencintaiku sepenuh hati. menjadikan dia menjadi rumah untuk hatiku yang kosong mungkin akan menjadi jalan bahagiaku. Aku tak mudah jatuh cinta. Karena yang kutemukan, cinta sering berkhianat dan saling menyakiti, seperti yang pernah kusaksikan antara ayah dan ibu. Kebencian di hati manusia bisa menguar kapan saja. Aku tak menginginkan kejadian serupa di hidupku. Aku ingin bahagia bersama orang yang kucintai dan mencintaiku selamanya. Hingga suatu hari aku bertemu dengan orang yang menurutku tepat untuk membuat cita-citaku untuk bahagia menjadi kian nyata. Namun, ternyata tak semudah itu. Aku dan siapa pun tak bisa hidup di dua dunia sekaligus. Ketika dituntut harus memilih, inilah awalku harus memulai petualangan. Mencari rumah untuk hatiku, rumah bahagia yang kuimpikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines