Memories Town Hall

Memories Town Hall

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 13, 2024
Ketika semua masalah datang secara bersamaan, disitu hanya kau sebagai pelarian ku. Bukan kamu Rio, tapi alun alun ini. Sejak duduk di bangku SMP, aku selalu mengunjungi alun alun ini, maupun setiap ada masalah, senang atau sedih. Kata nenek kalau aku hanya berlari dari masalah, aku tidak akan menyelesaikan nya. Aku bisa menyelesaikan masalah itu tapi mereka tetap egois mengelak semua itu. "Jangan lampiaskan emosi lo ke diri sendiri. Emang gak kasian sama diri sendiri? Kalau mau lampiasin tuh ke pundak aa Abyan sini" Ucap nya sambil tersenyum tengil, memang hanya Abyan yang bisa membuat ku tertawa. Pertemuan ku dengan Abyan memang tak sengaja, tapi siapa sangka, aku dan dia menjadi dekat sampai suatu hari muncul perasaan yang tidak boleh di timbul. DISCLAIMER!!! -aku harap kalian menjadi pembaca yang bijak yah😊 - don't copy my story!! -full my imagination -picture dari pinterest
All Rights Reserved
#440
greenflag
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alinka's Story! [Completo]
  • PANAROMA (END)
  • Married With CEO
  • Se-Mengalir-nya
  • Menaklukkan Hati Pria Dingin
  • ZIA-IE
  • No Longer Mate
  • Kekasih Impian
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

PINDAH KE KUBACA!! "Anak siapa yang sedang kau kandung hah!" teriak pria paruh baya dengan wajah memerah menahan amarahnya. "Mungkin itu anaknya dan kekasih-nya yah. Kemarin, aku melihatnya bercumbu dengan kekasih-nya di taman belakang sekolah yah.." adu seorang gadis dengan nada yang meyakinkan sang ayah. Sedangkan, orang yang dituduh itu menggelngkan kepalanya. "Kau! kau tidak dibesarkan untuk menjadi seorang jalang seperti ibumu! Seharusnya kau berterimah kasih karna aku dan ayahmu mau membesarkanmu. Tapi, kau malah melakukan hal yang menjijikan seperti ini sama seperti yang dilakukan ibumu. Hah. Bagaimana bisa kau memiliki anak dari wanita tak bermoral seperti itu. Lihat sendiri bukan. Dia sama seperti wanita itu." maki wanita paruh bayah pada seorang perempuan yang duduk bersimpuh dibawah kaki ayahnya. Sedangkan pria paruh bayah itu hanya diam tak bisa menjawab perkataan tersebut. "hiks..m-maafin Alin yah.. Alin dijebak hiks... " perempuan yang bernama Alin itu memeluk kaki ayahnya meminta pengampunan. Namun, pria paruh bayah itu dengan tidak berperasaan menghempaskan tubuh Alin hingga Alin jatuh terjungkal. "Pergi dari rumahku! Dan jangan harap kau bisa memanggilku Ayah lagi. Karna kau bukanlah putriku! Hah.. aku menyesal memungutmu dulu." usir pria paruh bayah itu lalu menyuruh istri dan anak sulungnya masuk kedalam rumah. Lalu menutup pintu rumah itu dan membiarkan Alin sendirian di perkarangan rumah. Senyum mengembang menghiasi wajah kedua orang perempuan yang sangat senang dengan pengusiran Alin. ❌DON'T JUDGE MY STORY🚫❌ ❌DON'T COPY MY STORY🚫❌ ⚠MENGANDUNG BAHASA KASAR⚠ ⚠WARNING 18+⚠ **** PLAGIAT MENJAUH! YANG GAK SUKA CERITA NYA MENJAUH!

More details
WpActionLinkContent Guidelines