Dear My Husband

Dear My Husband

  • WpView
    Reads 18,027
  • WpVote
    Votes 525
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 8, 2025
Hai Hai semuanya, sebelum kalian membaca cerita Dear My Husband, ada baiknya kalian lihat dulu ya urutan chapternya. Soalnya gak tau kenapa tiba-tiba urutannya jadi agak sedikit acak. Padahal aku udah publish secara teratur, tapi chapternya malah acak. *** Bagaimana rasanya ketika kamu terbangun dari tidur justru di sampingmu sudah ada seorang lelaki? Parahnya, lelaki itu adalah teman sekaligus calon suami sahabat mu sendiri. Dibenci oleh teman teman, diacuhkan oleh suami, tak diterima oleh mertua. Hanya karena menganggap insiden tersebut adalah bagian dari rencana mu. Padahal justru dirimu yang menjadi korban. Maudya Annisa. Di masa mudanya yang masih menginjak umur 20 tahun sudah harus menghadapi peliknya kehidupan berumah tangga bersama dengan sosok pria yang akan menjadi suami dari sahabatnya sendiri. Amrifan Virgonio Abraham. Pria yang dulunya berteman baik dengan Maudya saat remaja kini berubah 180 derajat hanya karena kesalahpahaman satu malam. Ketika Maudya mencoba menerima kenyataan pahit dalam hidupnya. Satu persatu permasalahan pelik lainnya bermunculan, menimbulkan berbagai fakta mengejutkan sekaligus menyakitkan. Mampukah Maudy bertahan? Atau justru memilih menyerah? Lalu bagaimana dengan Amrif ketika dihadapkan dengan sosok perempuan yang pernah singgah dihatinya itu? *** Dear my husband.. Ketika sebuah rumah tangga terbangun dengan beralaskan satu cinta. Jelas tidak akan pernah bertahan lama. Aku tau kita adalah dua manusia yang tidak seharusnya bersatu. Aku mencintaimu, dan Kamu tidak mencintaiku. Maafkan aku yang egois mempertahankan hubungan yang seharusnya tidak pernah ada. Berpegang teguh pada prinsip cinta akan datang karena terbiasa. Begitu bodohnya aku menutupi rasa benci mu dengan rasa cintaku. Aku akan pergi. Dan saat aku pergi, kamu bisa kembali pada sosok yang memang seharusnya disandingkan untukmu. Maafkan untuk ke egoisan ku selama ini. Untuk yang terakhir kalinya.. Aku mencintai mu Mas.
All Rights Reserved
#17
jebakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Belum Siap
  • Istri Kesayangan
  • Darsa (END)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • EMERAL (TELAH TERBIT)
  • ANNISA (Kala Takdir Menuntunku Padamu) ✓
  • Saya, Awak dan Malaysia Kala Itu
  • SELEPAS KAU PERGI (END)

"Saya terima nikah & kawinnya, Rasakasih Kamelia binti Bapak Samat Bharata dengan mas kawin 100 gram emas dan uang sebesar 1 Miliar Rupiah dibayar tunai. SAH!". Beberapa kali aku replay video pernikahan kami tahun lalu. Terbayang vibes kebahagiaan penuh di hari itu. Menikah dengan si cinta pertama dan kuharap bisa jadi cinta terakhirku. Dia yang kini jadi suamiku, Mas Yangsa Wicaksana. Selaku pasangan yang sama-sama berprofesi sebagai konten kreator ternyata tak selalu memberikan jaminan kebahagiaan yang seutuhnya. Kesempurnaan yang kerap terlihat di dunia maya tak jarang malah jauh berbeda dengan kehidupan nyata yang sesungguhnya. Faktanya bertahun-tahun melalui masa pacaran dan kemudian menjadi seorang istri rasanya penuh dengan kejutan. Sering kali aku terbawa perasaan karena kehidupan nyata tak seindah bayangan dan angan-angan. Apa itu asyik berduaan? Maraton film dan kulineran untuk sekedar quality time. Suamiku yang dulu begitu bucin seringkali menjelma menjadi sosok yang lain. Terkadang cuek dan bersikap dingin. Sementara aku yang dulu begitu santai dalam segala hal, tak jarang bagai monster api yang mudah sekali emosi. Berharap masih merasakan vibes pengantin baru, Mas Yangsa malah kerap membuatku cemburu sebab fokus dan perhatian dia tak sepenuhnya untukku. Beberapa kali aku jadi flashback lagi ke jaman dulu dan baru aku sadari, sebenarnya Tuhan sudah memberiku banyak kisi-kisi yang super relate dengan kehidupanku saat ini. Mulai dari benih-benih kelakuan suamiku yang sok cool seperti kulkas 7 pintu sampai dengan judgemental keluarganya kepadaku. Tantanganku kini tak cuma menghadapi pertanyaan hari lebaran seperti "Sudah isi belum?" atau menanggapi tuduhan nyinyir dari netizen yang maha benar seperti "Kamu childfree?". Namun lebih kepada harus bisa berdamai dengan keadaan dan segala problematika kehidupan. Ya Tuhan, apa ini ujian? Haruskah aku bersabar? Dengan semua yang sudah kulalui sampai sekarang, mungkinkah sebenarnya aku "Belum Siap"?

More details
WpActionLinkContent Guidelines