KENAPA HARUS AYAHKU ?

KENAPA HARUS AYAHKU ?

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 10, 2023
Ada banyak ayah di dunia ini tapi kenapa harus ayahku yang selalu dipikirkan dalam benak Aiyna. Aiyna adalah anak cengeng, tinggi, ia mempunyai kepintaran yang bisa dibilang diatas rata-rata walau ia itu cengeng tetapi pikirannya sangat dewasa dengan paras cantiknya ia suka mengelabuhi orang-orang yang usianya lebih dewasa darinya. Aiyna dari keluarga yang sederhana ia menyayangi kedua orang tuanya, juga kakak dan adiknya. namun ia harus menelan kenyataan pahit yang harus ia terima yaitu ayahnya menjadi orang yang seperti yang tidak ia kenal, Orang GILAA!!! ucap Aiyna dengan lantang pada setiap orang yang bertanya-tanya tentang ayahnya. Aiyna Khalisa Mafaza, adalah gadis cantik yang sering bermain gitar, melukis, dan menulis untuk melupakan masalahnya. Sikapnya yang sering berubah-ubah, dan seorang yang mudah bosan. Bagi Aiyna, Ayahnya telah berubah tapi ia tetap ingin membanggakan keluarga nya karna orang-orang yang disekelilingnya selalu merandahkan keluarganya, tapi Aiyna harus bagaimana ?
All Rights Reserved
#522
tragedi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KARAFERNELIA
  • [✓] Transmigrasi: Kembali Ketahun Ketika Ayah Saya Masih Sekolah
  • How Do You Do? [TAMAT!]
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Waktu?
  • Hati yang tidak terlupakan...
  • 𝐑𝐈𝐍𝐃𝐔 𝐀𝐘𝐀𝐇
  • Putri Yang Dicintai Para Roh ( END )
  • When A Son Lives without Father
  • ayah angkatku suamiku

Cerita ini menggambarkan perjalanan emosional Bryan dan Alesha serta dampaknya pada anak-anak mereka, menggambarkan kebahagiaan di tengah kesedihan dan harapan untuk masa depan. .... Raka berdiri di tengah kamar, wajahnya merah dan napasnya memburu. "Lu mending keluar dari kamar gue sekarang juga! Lu cuma ganggu gue, tau nggak? Bicara yang penting-penting aja, jangan cuman bikin ribut!" ujarnya dengan emosi memuncak. Bian, yang sudah lelah dengan suasana tegang, menjawab dengan nada kesal, "Biasa aja napa sih? Iya, iya, gue keluar. Gue nggak akan ganggu lo lagi." Dengan geram, Bian membuka pintu dengan keras dan menutupnya sampai bergetar. Kamar itu kini hening. Raka berdiri diam, meresapi kesunyian yang menggigit. Di sudut kamar, dia membiarkan air mata menetes perlahan, wajahnya tersembunyi di balik tangan. Dalam isak tangisnya, dia berbisik, "Gue nggak benci, gue cuma kangen. Gue pengen banget ngerasain pelukan dari sosok ayah, tapi dia udah punya keluarga sendiri, jadi gue nggak bisa ganggu dia." Raka merasa frustasi dan terpuruk, merasakan setiap detik beratnya kepergian dan kekosongan yang ditinggalkan. Seperti jejak langkah yang meninggalkan bekas, kenangan itu terus menghantui dan menyisakan luka dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines