KENAPA HARUS AYAHKU ?

KENAPA HARUS AYAHKU ?

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 10, 2023
Ada banyak ayah di dunia ini tapi kenapa harus ayahku yang selalu dipikirkan dalam benak Aiyna. Aiyna adalah anak cengeng, tinggi, ia mempunyai kepintaran yang bisa dibilang diatas rata-rata walau ia itu cengeng tetapi pikirannya sangat dewasa dengan paras cantiknya ia suka mengelabuhi orang-orang yang usianya lebih dewasa darinya. Aiyna dari keluarga yang sederhana ia menyayangi kedua orang tuanya, juga kakak dan adiknya. namun ia harus menelan kenyataan pahit yang harus ia terima yaitu ayahnya menjadi orang yang seperti yang tidak ia kenal, Orang GILAA!!! ucap Aiyna dengan lantang pada setiap orang yang bertanya-tanya tentang ayahnya. Aiyna Khalisa Mafaza, adalah gadis cantik yang sering bermain gitar, melukis, dan menulis untuk melupakan masalahnya. Sikapnya yang sering berubah-ubah, dan seorang yang mudah bosan. Bagi Aiyna, Ayahnya telah berubah tapi ia tetap ingin membanggakan keluarga nya karna orang-orang yang disekelilingnya selalu merandahkan keluarganya, tapi Aiyna harus bagaimana ?
All Rights Reserved
#42
chikclit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Avyan (End) ✓
  • ayah angkatku suamiku
  • STILL (Completed)
  • 𝐃𝐨𝐧'𝐭 𝐂𝐫𝐲, 𝐑𝐚𝐝𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚!
  • KARAFERNELIA
  • Pak Kos Ganteng (Mr. Boarding House)
  • Shattered Soul
  • Waktu?

(Baca selengkapnya hanya di KaryaKarsa) Avyan tumbuh dengan beban masa lalu yang tak pernah bisa ia hapus. Kehadirannya di dunia dianggap sebagai kesalahan, membuatnya terasing bahkan di tengah keluarganya sendiri. Sejak kecil, ia hidup bersama sang nenek, hingga suatu hari ayahnya datang dan memutuskan membawanya pulang untuk tinggal bersama kakak-kakak tirinya. Awalnya, Avyan berharap menemukan kehangatan yang selama ini hilang, tetapi kenyataan berkata lain. Di depan ayah mereka, kakak-kakaknya tampak peduli, tetapi saat ayah pergi, sikap mereka berubah menjadi dingin dan penuh kebencian. Tatapan tajam dan kata-kata menyakitkan terus menghantui langkah Avyan. Bisakah Avyan meruntuhkan tembok kebencian yang mengelilinginya? Akankah ia menemukan tempat yang disebut rumah, atau selamanya terkurung dalam bayang-bayang kesalahan yang bukan miliknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines