THE PROBLEM

THE PROBLEM

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 19, 2024
Ini adalah tentang sekolah, dimana menurut orang-orang sekolah ini sangatlah indah. Ya, memang dari segi fisik bangunannya memang indah, tapi tidak dengan lingkungannya. Segala bentuk pelanggaran seperti perundungan bahkan pelecehan seksual terjadi disana. Ini juga tentang sebuah teror yang terjadi di sekolah itu. Sebagai bentuk balas dendam atas kepergian orang-orang tersayang yang disebabkan oleh pelanggaran dan kenakalan siswa. Siapakah peneror tersebut? Berhasilkah peneror itu untuk aksi balas dendam atas kepergian orang tersayang? Teror apa saja yang terjadi? Dan bagaimana akhir kisahnya? Ini tentang sebuah perjuangan yang dipermainkan oleh keadaan, dimana memilih untuk maju atau mundur.
All Rights Reserved
#112
teror
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Sejenak Luka
  • A Fractured Soul
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Waktu?
  • Kayla
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • ELGITA  (TERBIT)
  • CAHAYA DI BALIK LUKA [END]
  • Mysterious Gifted Class

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines