Philia

Philia

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 26, 2023
✨JANGAN LUPA FOLLOW YA SEBELUM BACA DAN JANGAN LUPA VOTE NYA✨ "Kayaknya lo seneng banget habis ketemu mantan" kata cowok itu pelan di samping telinga Alea. Tanpa menoleh pun Alea tau siapa cowok yang mengukungnya saat ini. Dari bau parfum khasnya dan jugak gelang hitam yang melingkar manis dipergelangan tangan cowok itu. Karna tubuh Alea lebih pendek otomatis dirinya tidak akan terlihat oleh orang-orang karna badan cowok jangkung ini. "Bukan urusan lo" kata Alea sambil mengambil asal Kopi dingin kaleng. Lalu melangkah pergi. Cowok itu menatap punggung Alea yang semakin menjauh darinya. "Dasar keras kepala" gumamnya langsung pergi ntah kemana.
All Rights Reserved
#787
mantan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • ASSYA (TERBIT)
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • RION IS MY MANTAN!
  • Ex or New? [REVISI]
  • LENRIC [ALBERIC2]
  • AKARA (Ending)
  • ice bear kesayangan

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines