Hati yang Terjodoh (Tamat)

Hati yang Terjodoh (Tamat)

  • WpView
    Reads 102,349
  • WpVote
    Votes 4,876
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 2, 2024
Hits rank 1 #spiritual 12-11-2024 Hits rank 2 #wanita 10-11-2024 Hits rank 3 #cinta 10-11-2024 Hits rank 1 #ustaz 12-11-2024 Anis Hasna Azizah terpaksa menerima perjodohan laki-laki yang seharusnya dijodohkan dengan sang kakak --Isnaini Hasna Safira. Laki-laki itu bernama Muhammad Umar Abdillah. Dia adalah putra sahabat ayahnya. Dunia seakan tak adil untuk Anis, selalu mengalah demi keluarga. Bagaimana mungkin dia akan menikah dengan laki-laki yang sama sekali tak dikenal atau diharapkan? Sejak saat itu kehidupan Anis Hasna Azizah berubah. Seperti apa sosok laki-laki bernama Muhammaf Umar Abdillah?
All Rights Reserved
#105
turunranjang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Takdirnya
  • Istri Berisi 2.0
  • Ketulusan Cinta Aisyah - [Telah Terbit]
  • ATHARRAZKA
  • Takdir Dari Sang Pencipta
  • Jodohku Dosen Menyebalkan ✓-New Account- (TAHAP REVISI)
  • Zayn Abdurrahman Al Hasan [TAMAT]
  • My Bad Boy
  • Takdir Cinta [END]

Harfiahnya, pernikahan adalah penyatuan dua mahkluk bernama laki-laki dan perempuan. Sesuai takdir-Nya. Sesuai jodoh yang ditulis dalam buku rahasia dan hanya Allah yang tahu susunannya. Seperti kata Abi, jodoh itu cerminan diri. Jika saya baik, jodoh yang singgah juga baik. Jika saya tidak baik, jodoh yang berlabuh juga tidak baik. Saya bukan perempuan istimewa, hanya putri Abi dan ummi yang masih suka menyusahkan mereka. Dan terus merengek ketika apa yang saya inginkan tidak dituruti. Namun, bersamanya saya belajar menjadi perempuan yang bisa diandalkan. Berupaya menjadi perempuan yang mampu menjaga kehormatannya dan ingin diingat sebagai perempuan yang senantiasa melampiahinya dengan cinta. Karena saya adalah istri yang dituntun nya untuk meraih Jannah, bersama. *** Aisyah Nur Syifa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines