a'Happy Ending

a'Happy Ending

  • WpView
    Reads 9,518
  • WpVote
    Votes 779
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 25, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah ini berawal ketika Zean Natio, ia tampak mengucek matanya, ia tampak mengenakan pakaian tidurnya. "Ughh" ucap Zean sembari melihat ke arah samping kasurnya, ia melihat seorang laki-laki yang masih tertidur pulas. Itu adalah Aranza Natio, ia biasa dipanggil Aran, adik dari Zean. "Woi Ran, bangun ayo sekolah" ucap Zean. Aran yang merasa terusik, ia membuka matanya perlahan. Zean lalu bergegas membuka pintu kamar, dan berjalan menuju kamar mandi. Sedangkan Aran? Ia membereskan tempat tidurnya itu. Ia juga tampak menuju ke pintu kamar sebelahnya, itu adalah pintu kamar Kathrina Irene Natio, adik dari Zean dan Aran.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • CAPTIVATED
  • gak, harus dia!! (CHIKARA)
  • You Are My World ( GRESHAN )
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Kisah Seorang Shani CEO Muda Yang Cuek dan dingin ke semua orang (Shani)
  • ◉‿◉AKU ,DIA , MEREKA◉‿◉ [Revisi]
  • NATHAdeKOKO
  • Our Destiny (sedang dalam revisi)

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines