LEUKIMIA || Kim Jibeom

LEUKIMIA || Kim Jibeom

  • WpView
    Reads 1,010
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 19, 2023
Bagaimana perasaanmu jika kamu mendengar kabar bahwa orang tua mu bercerai? Bagaimana perasaanmu jika kamu dibully dan dijadikan bahan perbincangan seseorang disekolahmu? Tentu saja menyakitkan bukan? Itulah yang dirasakan seorang pemuda manis bernama Kim Jibeom, yang mengalami sakit Leukimia yang sudah sangat parah. Namun siapa bilang orang sakit tidak bisa bahagia? Bisa kok. "Jae, kalau aku engga ada, kamu jangan lupain aku ya" -Jibeom "Jae tolong jangan pergi dariku.. cuman kamulah tempat aku untuk berpulang dan bercerita. Dan hanya kamulah yang kupunya sekarang" -Jibeom "Keluarga ku selalu saja seperti ini, apa aku bundir saja ya?" -Jibeom "Jibeom, kakak rindu kamu.." -Sungyoon "Beom.. Aku ga sekuat itu.." -Jaehyun Warning b × b, banyak kata kasar, kalau gasuka gausah buka, dan bagi yang mau baca, semoga suka ya ! 😊
All Rights Reserved
#162
goldenchild
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  •  HAZELA
  • Different [END]
  • Let Me Love You Longer
  • [1] Rain In My Heart
  • ALEYA~~
  • Love or Life
  • AFKARA [END]
  • Ananda✔️
  • BongBeom Area 2 ⚠️🔞

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines