Who Is Called A Bird?!  || [Vol.1]

Who Is Called A Bird?! || [Vol.1]

  • WpView
    Reads 16,336
  • WpVote
    Votes 2,234
  • WpPart
    Parts 101
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 29, 2026
Jeoran Daimont, Awakened yang dikenal tak punya hati karena bicaranya yang prontal, dan suka membuat kekacauan... kelakuannya layaknya penjahat kelas kakap. Dia berbakat, cerdas, dan licik. Seorang Awakened yang ditakdirkan menjadi sesosok yang hebat, yang hanya ada dalam seratus tahun sekali. Pemilik kekuatan Dewa, dan sikeberuntung berjalan. Dirinya juga menjadi incaran banyak kalangan, organisasi ternama, monster, bahkan kaum bangsawan. Dia unik. Spesial. Dan hebat. Si pemalas yang berbakat. Julukan lainnya. Tetapi dibalik kebrutalan dirinya, terselubung rahasia yang menyedihkan. Apa jadinya, jika dia yang dikenal tidak takut apapun dan berani... sebenarnya seseorang yang terlahir dengan jantung lemah. Dikit-dikit batuk darah, lelah sedikit nyaris sekarat, kerja sebentar pingsannya lama. Orang tidak akan mempercayai itu. Dia harus bertahan hidup dari alur dunia yang menyebalkan dan kacau. Dunia yang nyaris hancur oleh kemunculan Abyss of Flame. Desakan keserakahan manusia-manusia yang tak punya otak. Dan garis darah tubuhnya yang memaksanya mengikuti takdir yang ia benci. "Sialan! Ini tidak adil. Kenapa harus aku? Aku hanya ingin santai-santai dan hidup tenang! Kenapa kalian terus mengerumun seperti semut, hah!?"
All Rights Reserved
#37
persahabatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • acalapati
  • THE SECOND ENDING [END]
  • I Want To Die In Peace
  • Taste Of Love
  • The Midnight Bride [TAMAT]
  • (AKU) TRANSMIGRASI? OH NO! [TAHAP REVISI]
  • Adrian S1- And Rise of The Tale(ON EDIT KE-3 Kali)

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

More details
WpActionLinkContent Guidelines