Story cover for Silent Love by windyaaw_
Silent Love
  • WpView
    Membaca 5,904
  • WpVote
    Vote 815
  • WpPart
    Bab 26
  • WpView
    Membaca 5,904
  • WpVote
    Vote 815
  • WpPart
    Bab 26
Bersambung, Awal publikasi Mar 29, 2023
Diam kan bukan berarti aku nggak se-suka itu sama Atlas. Aku mencintainya bertahun-tahun, dalam diam. Nggak banyak yang tau tentang itu karena pada awalnya pun, aku nggak pernah membayangkan kalau cintaku akan terbalaskan.

Tapi kenapa semakin kesini hatiku semakin hancur? Apalagi semenjak aku tau semuanya tentang Atlas. Bahkan membantunya untuk mengambil hati cewek yang ingin dia kencani.

Dia mengulurkan tangannya kepadaku, menceritakan semuanya kepadaku, lantas dengan nggak ber-perasaannya menambahkan sebuah label Best Friend Forever untuk kami.

Harus sampai kapan kah ku simpan perasaan suka-ku ini, dalam diam?

"Definisi cinta yang amat sangat sederhana itu.. Atlas."

-It's just a high level to love

***

Copyright ©2023, by windyaaw_
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Silent Love ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#453cringe
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
You're Here, But Not For Me oleh MyMiela
8 bab Bersambung
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
Everything Between Us (ON GOING) oleh Lifeofzyailomiloxx
19 bab Bersambung
Dia tidak pernah membayangkan akan terjebak di persimpangan seperti ini-terombang-ambing antara dua hati yang begitu berarti dalam hidupnya. Di satu sisi, ada sahabatnya, seorang yang telah bersamanya sejak kecil. Seseorang yang begitu mengenalnya, yang tahu segala kelemahan dan kekuatannya, mereka seperti dua jiwa yang tak terpisahkan. Namun, di sisi lainnya, ada dia-pria yang diam-diam telah mencuri hatinya. Tanpa sadar, dia telah menjadi pusat dari setiap angan dan lamunan yang selama ini ia pendam dalam diam. Seharusnya, persahabatan dan cinta tak perlu menjadi pilihan. Seharusnya, ia bisa memiliki keduanya tanpa harus mengorbankan salah satunya. Namun kenyataan tidak sesederhana itu. Kini, ia dihadapkan pada fakta pahit bahwa sahabatnya, orang yang selalu ada untuknya, juga menyimpan rasa yang sama-cinta yang tumbuh tanpa mereka sadari, dan kini mengguncang keduanya. Hatinya berperang dalam sunyi. Haruskah ia mengalah, mengubur cintanya dalam-dalam demi menjaga persahabatan yang telah bertahun-tahun terjalin? Atau, apakah ini saatnya ia memilih untuk menjadi egois, memperjuangkan cinta yang kini memanggil namanya, meski resikonya adalah kehilangan seseorang yang selalu ada di setiap langkahnya? Ini adalah kisah tentang pilihan yang berat, tentang kehilangan yang tak terhindarkan, dan tentang keberanian untuk menghadapi perasaan yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Siapa yang akan ia pilih? Dan apakah ada pilihan yang tidak akan meninggalkan luka bagi mereka semua? "Between love and friendship, there's pain, hope, and unspoken feelings" ~ Everything Between Us ~
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
You're Here, But Not For Me cover
Diary Quotes cover
Tentang Rindu [Sudah Diterbitkan] cover
SI TAMPAN AERO  cover
Everything Between Us (ON GOING) cover
Our Years cover
Arsyilazka cover
(1) Sel On The Love [Completed] cover
Simple LOVE [Completed] cover
VIOLETTA (Triangle Love) cover

You're Here, But Not For Me

8 bab Bersambung

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.