Fratello
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 18, 2023
WpInfo
Fanfic
"Dalam tradisi ulang tahun di Brazil, potongan kue pertama diberikan kepada seseorang yang paling kamu cintai. Bisa kekasih, teman atau keluarga." Pesta hari itu dimulai dengan doa bersama yang dipimpin Papi lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk si pemilik pesta. Jayendra ditemani Mami dan Papi berdiri di dekat meja sementara Mahesa memilih untuk di karpet paling depan bersama tamu sebayanya yang lain, paling bersemangat memberikan tepuk tangan dan menyanyikan lagu untuk adik tersayangnya. Tiba saatnya memotong kue. Mami membantu Jayendra memegang pisau. Satu potong kue kini sudah berpindah ke piring kertas diiringi tepuk tangan dari semua yang hadir. "Jayendra mau kasih untuk siapa?" tanya Papi. Dengan mantap Jayendra membawa kue itu pada Mahesa yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri. Mahesa tersenyum menerima kue tersebut disusul satu pelukan buat Jayendra. "Selamat ulang tahun, Jeje."
All Rights Reserved
#242
monstax
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CEO SANG ARUTALA
  • MEISYA
  • My Favorit Daddy | Segera Terbit
  • Decoration of Seven Loves
  • Cinta Sang CEO
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Hi, Kak! Love you!
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • the other side

Kepergiannya meninggalkan sepucuk surat untuk kakak perempuannya, menyisakan ratusan pertanyaan hingga bertahun-tahun kemudian. Ketiadaan kabar darinya hingga waktu yang lama, membuat semua orang berpikir, dia membutuhkan waktu untuk menata hidupnya. Semua orang memberi waktu. Dan dia selalu ada dalam cerita semua orang yang pernah dekat dengannya. Dia seperti menghilang di kerak bumi paling dalam dan tidak ingin ditemukan. Jade Paisley Leandro, telah menjadi pemuda 25 tahun yang keras hati. Nyaris tidak ada kehangatan yang terlihat pada dirinya. Hidup dalam kubangan tanggung jawab besar bisnis warisan ayahnya, dia bermain apik di belakang layar. Menciptakan pondasi-pondasi yang sangat kuat dan tidak mudah digoyahkan bahkan oleh pesaing terbesarnya. Jade Paisley terlihat seperti raga menawan yang mengabaikan seluruh isi dunia termasuk orang-orang di sekelilingnya. Alih-alih menciptakan lingkup kerja yang hangat, dia menanamkan pada para pegawainya, batasan yang jelas antara pimpinan dan bawahan. Dan kalau ada satu hal yang tertanam di pikiran pegawainya, maka itu adalah CEO mereka yang sama sekali tidak pelit. Dia selalu memastikan para karyawan memiliki hari libur pada hari-hari penting mereka seperti ulang tahun, hari kemerdekaan, hari Natal dan lain sebagainya. Dia juga memberikan hadiah untuk karyawan yang berprestasi. Itu terlihat keren dan murah hati. Tapi tidak satupun dari karyawannya berani memberinya undangan untuk keluar makan atau minum. CEO mereka tidak akan pernah datang. Dia hanya akan membayar tagihan pesta tanpa menampakkan batang hidungnya. Jade Paisley Leandro adalah gambaran sempurna CEO yang dikagumi dan diumpat dalam hati secara bersamaan. "Tuan CEO seperti tengah menjaga sesuatu." *

More details
WpActionLinkContent Guidelines