Fratello
  • WpView
    OKUNANLAR 30
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 4
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Pzt, Eyl 18, 2023
WpInfo
Hayran Kurgu
Etiketlermonstaxnct127
"Dalam tradisi ulang tahun di Brazil, potongan kue pertama diberikan kepada seseorang yang paling kamu cintai. Bisa kekasih, teman atau keluarga." Pesta hari itu dimulai dengan doa bersama yang dipimpin Papi lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk si pemilik pesta. Jayendra ditemani Mami dan Papi berdiri di dekat meja sementara Mahesa memilih untuk di karpet paling depan bersama tamu sebayanya yang lain, paling bersemangat memberikan tepuk tangan dan menyanyikan lagu untuk adik tersayangnya. Tiba saatnya memotong kue. Mami membantu Jayendra memegang pisau. Satu potong kue kini sudah berpindah ke piring kertas diiringi tepuk tangan dari semua yang hadir. "Jayendra mau kasih untuk siapa?" tanya Papi. Dengan mantap Jayendra membawa kue itu pada Mahesa yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri. Mahesa tersenyum menerima kue tersebut disusul satu pelukan buat Jayendra. "Selamat ulang tahun, Jeje."
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Cinta Sang CEO
  • My Favorit Daddy | Segera Terbit
  • the other side
  • Karena Perjodohan || INH❌AA
  • Decoration of Seven Loves
  • N E L A N G S A(END)
  • Hai Januari
  • Hi, Kak! Love you!

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi