Last Second

Last Second

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 8, 2023
Terkurung dalam mansion mewah, membuat mereka seperti hidup dalam neraka dunia. Padahal mereka tidak melakukan kejahatan, tapi mengapa harus di hukum? Karena keserakahan keluarga yang membuat mereka semua tersiksa. Bukan hanya fisik namun juga batin. Sampai akhirnya mereka menemukan kebebasan dan kebahagiaan. Namun mereka lupa tuk pulang... "Aku senang disini kak, aku tak mau pulang" Highest rank 📍 🥉#kebebasan
(CC) Attrib. NonCommercial
#77
posesive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PAPA | JAY x Jungwon & Sunoo ✔✔️
  • 7 SOULS [END]
  • ✓ Home
  • SKY
  • You Are Home || Enhypen
  • obsessive ex [heehoon] END
  • Ramadhan With Enhypen ✓
  • 𝚃𝚑𝚎 𝚜𝚠𝚎𝚎𝚝 𝚍𝚊𝚛𝚕𝚒𝚗𝚐 𝚘𝚏 𝚝𝚑𝚎 𝚑𝚊𝚛𝚎𝚖 || (1) •[END]
  • [✓] PRECIOUS HYUNG
  • DUNIA HAMPA

[Story END] 🌟 Apa yang kau bayangkan dengan sebuah kehidupan mewah, rumah megah, dan orangtua konglomerat? Apakah itu sebuah keberuntungan? Kebahagiaan? Atau justru kutukan? Jika ditelisik lebih dalam, dan semua hal gemerlap itu membawa kabahagiaan, banyak ancaman mengerikan yang bersembunyi di baliknya. Rasa takut, hampa, muak berkumpul menjadi satu, atas kebodohan langkah yang berpedoman dengan kemewahan, mengibarkan bendera perang terhadap banyak pebisnis, dan memberikan kebusukan aturan kolot pernikahan bisnis bagi anak-anak mereka. Lantas, apakah Jay mampu memiliki langkah berbeda? Menjadi netral dalam dunia perbisnisan dan menghapus kebencian dan peraturan kolot yang telah mendarah daging dari perbisnisan? Mampukah dia menyelesaikan semua misi yang telah tertumpuk menjadi dendam pribadi? Mampu kah Jay menghidupkan kembali dan menghapus trauma Jungwon dan Sunoo terhadap kasih sayang orangtua? ⛔ WARNING NOT ALLOWED TO COPY THIS STORY This story is the author's own imagination. - Flavian Dandelion

More details
WpActionLinkContent Guidelines