Usai Tanpa Mulai

Usai Tanpa Mulai

  • WpView
    Reads 1,870
  • WpVote
    Votes 269
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 7, 2025
Faris dan Zabib, dua santri putra kebanggaan Pesantren Nurul Iman. Tak seperti Hindun yang menyukai Zabib, sepupunya sendiri. Nay menyukai Faris yang sikapnya sedatar lautan, dingin, menyimpan rahasia yang dalam, tenang tetapi membuat celaka. Ia harus meladeni setiap adu mulut yang diciptakan Faris, yang bahkan ada hati yang sedang dipertaruhkannya. Karena Nay teman sekamar Hindun, Zabib sering menceritakan bagaimana ia menyukai Nay pada sepupunya itu. Itu masalah lain yang diciptakan seseorang untuk membuat Hindun kepayahan dalam mengobati hatinya yang perih. ___________
All Rights Reserved
#339
pondok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Afwan Yaa Alfathunnisa [End]
  • Geng Santri Kece ! [ SUDAH TERBIT ]
  • Ning Nabila [SUDAH TERBIT✔]
  • Ijbar [Selesai]
  • Cinta Neng Zulfa
  • GuS [END]
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Ketika Senja Berkata Cinta (TERLARIS di Google Playbook)
  • Takdir Yang Tertunda

📢 [Rampung, Tamat, End] 📝 Belum Revisi ➡️ Cerita Pertama Blurb: Arul Haidar Al-Qousy. Pria frustasi yang membunuh dirinya sendiri secara perlahan dengan terus-terusan merokok dan meminum minuman bersoda. Sang Kakek yang tak tahan melihat kegilaan cucunya lantas mengirim Arul ke pondok pesantren. Di sana, Arul tanpa sengaja bertemu dengan Almeera Hasna Alfathunnisa. Seorang santri putri yang mengajarinya tentang dua prinsip Jawa dalam mensyukuri hidup, 'memayu hayuning bawana' dan 'urip kuwi urup.' 'Witing tresna jalaran saka kulina.' Mereka yang memiliki hobi yang sama, membuat mereka sering berjumpa. Lalu kebiasaan itu menumbuhkan gejolak cinta di antara keduanya. Namun sayang, ketika benih cinta di antara keduanya telah mengakar kuat dalam inti jiwa, Sang Maha Cinta lantas menguji. Ketika Sang Kiai pondok pesantren sakit, Arul mengetahui fakta bahwa Nisa ternyata adalah seorang kaum ningrat pesantren, Nisa adalah putri tunggal kianya. Sang Kiai yang takut akan masa depan pondok pesantren pun, lantas menjodohkan Nisa dengan salah satu Gus ningrat pesantren pula. Lalu, bagaimanakah sikap Arul dalam menghadapi fakta itu? Apakah ia akan mundur perlahan karena merasa tak pantas? Ataukah ia akan tetap memperjuangkan cintanya? Sekalipun, ia masih jauh dari kata Imam Masa Depan. In syaa Allah dilengkapi dengan: 📎Puisi 📎Wawasan keislaman 📎Serba-serbi Bahasa Jawa Mugi bombong ing penggalih panjenengan 😇 History Rank : #1 in cinta (19/06/2021) #2 in remaja (19/06/2021) #2 in pesantren (19/06/2021) #4 in islami (19/06/2021) #5 in poetry (21/06/2021) #6 in quotes (20/06/2021) Komentar mereka tentang Afwan Yaa Alfathunnisa ada di dalam chapter 😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines