Lentera Aola

Lentera Aola

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 31, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Aola, gadis yang sangat dibenci ayahnya karena dia-lah penyebab kepergian belahan jiwanya. Dibenci oleh Arnold-ayahnya- membuat gadis itu merasa sia-sia hidup di dunia. Kenapa ia harus lahir kalau pada akhirnya ia akan menjadi musuh terbesar ayahnya sendiri? Kenapa ia harus lahir kalau pada akhirnya ia hanya akan dicap sebagai pembunuh ibunya sendiri oleh Sang Ayah? Kenapa harus dunia? Kenapa harus di dunia ini? Bagi Aola, tempat paling luka adalah tempat dimana ia dilahirkan. Namun, satu laki-laki menentang keras pernyataannya. Dia Januar. Sosok yang bisa dikatakan adalah orang yang paling menyayanginya melebihi ayahnya sendiri. Bahkan Aola dapat merasakan kasih sayang setelah dia bertemu dengan laki-laki itu. Januar berusaha keras untuk menepis pernyataan Aola yang menurutnya adalah salah besar. Mungkinkah Aola akan melawan lukanya? Atau malah menyerah saat sosok lama hadir kembali untuk merebut plester lukanya? "Kamu adalah figuran yang selalu aku semogakan pada semesta untuk menjadi tokoh utama dalam skenario aku, Januar."-Aola.
All Rights Reserved
#19
januar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Winter
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Catatan Awan : Sudut Pandang Absurd tentang sebuah Kehidupan
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Klandestin (Ending)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Mysterious Girl
  • CEZALINE
  • One Month from Alea
Winter

(Completed) "Ter, menurut lo kenapa ayam tuh dikasih nama ayam? Kenapa nggak sapi aja atau.. kudanil gitu?" "Kalau gue gorok leher lo sekarang, kira-kira lo mati apa nggak napas aja, Na?" Nareshwara itu tinggi ✅ Ganteng ✅ Suaranya bagus ✅ Jago gombalin cewek❌ Kalem banget❌ Nggak suka nyusahin Winter❌ "Kayaknya sih mati.. tapi ayam tuh ya-" Lelah lahir batin. Itulah yang selama belasan tahun Winter rasakan. Bersahabat dengan pemuda minim kewarasan yang selalu bertingkah 'semau gue' serta penganut prinsip 'terobos ajalah anying' ini bikin Winter sadar kalau resign jadi penduduk bumi bukanlah pilihan buruk. "Lo waras dikit bisa nggak, Na?" *** "Gue suka sama lo." "Hah?" "G-gitu, kan, bilangnya?" "Ah-ooh, iya ya, bisa gitu.. sih?" "Tadi itu pe..percobaan... ehehek," *** Sementara bagi Jeriko, menebas egonya yang setinggi langit dan hatinya yang sebeku daratan Antartika bukanlah perkara mudah. Namun, dihadapan seseorang yang berhasil memberikannya tempat ternyaman untuk 'pulang'. Dia bersedia memberikan apapun, sekalipun harus goresan luka yang jadi bayarannya. "Kalau gue mati.. lo juga harus mati, Darling. Seenggaknya kalau kita nggak bisa bersatu dibumi, kita bisa abadi di surga." "Mahluk kayak lo lebih pantas ada di kerak neraka sana!" "Lo mau abadi di neraka sama gue? Fine, gue nggak masalah mau dimana pun. Asal ada lo-nya." "DIH, SINTING!" "Love you more, Darling." *** 17+ ©Dandelions042

More details
WpActionLinkContent Guidelines