Hey, Brother!

Hey, Brother!

  • WpView
    Membaca 574
  • WpVote
    Vote 69
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Apr 2, 2023
WpInfo
Fiksi Penggemar
[𝗩𝗶𝘃𝗮 𝗙𝗮𝗻𝘁𝗮𝘀𝘆 𝗙𝗮𝗻𝗳𝗶𝗰𝘁𝗶𝗼𝗻] "Hey, Brother!" Menceritakan pertemuan pertama Genah dengan seorang Dewa yang menyebut dirinya sebagai Azrealon. Seperti apakah kisahnya? Baca keseruan pertemuan mereka yang penuh senang dan duka! =========================================== ⚠️ WARNING! - Cerita ini mengandung typo dan kata kasar yang bertebaran, mohon membaca dengan kebijakannya. Tanggung jawab di tanggung masing-masing readers-tachi. Genre : • | > Toxic Relationship • | > Drama • | > Tragedy • | > Slice of Life Start : 2 April 2023 Finish : Cover : 𝚜𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚌𝚘𝚟𝚎𝚛 𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚍𝚒𝚊
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#7
sliceoflive
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • Devon [END]
  • "𝘼𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙍𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙣 𝙒𝙖𝙠𝙩𝙪" || 𝑉𝑖𝑣𝑎 𝐹𝑎𝑛𝑡𝑎𝑠𝑦 (S1)
  • Lost Emotions AU
  • AXELLEON
  • No Time To Die
  • ALARA

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan