AMARANGGANA

AMARANGGANA

  • WpView
    Reads 715
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 17, 2023
Shavana Hanggana, atau lebih akrab di sapa Shana, seorang gadis cantik, periang dan penuh semangat, seorang gadis yang di kagumi banyak mata karena paras ayu yang ia miliki, tapi ia tidak tertarik dengan pria mana pun, ia hanya tertarik dengan pria dingin yang tak sengaja ia temui. Ya! Arkananta Ravindra, sang ketua Osis yang berusaha ia luluhkan, dengan berbagai cara berharap hati Arka akan segera luluh olehnya. "Udah mulai suka sama aku belum?" "Ngga! Dan ngga akan pernah." "Tunggu aja, nanti pasti jawabannya bakal berubah." -Cerita ini murni hasil karya saya sendiri, di mohon untuk tidak mencopy dalam bentuk apa pun, tolong harga karya ini dengan baik, terimakasih- Story by Diah Triyani
All Rights Reserved
#234
backstreet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Please, Love Me
  • MOST WANTED & KETOS CANTIK
  • Asmara Anak SMA
  • Redamancy
  • PRISON [END]
  • ALASKAR [ SUDAH TERBIT ]
  • Luka Cinta (Yizhan) End✅

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines