Aresha dan Laut

Aresha dan Laut

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 9, 2023
"Laut, kalau dulu kamu memberikan ketenangan, sekarang kamu memberikan trauma." --Aresha Raespati Kenggala "Bawa aku pergi, Laut. Aku mau dia hidup tanpa rasa sakit." --Sekala Abraha Ini bukan tentang Sekala yang pergi menyatu dengan air laut, ini juga bukan tentang Aresha yang kehilangan Sekala. Tapi ini tentang laut yang terlihat indah, tapi didalamnya gelap penuh misteri. 1#laut 5 maret 2023
All Rights Reserved
#601
bully
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELVARETTA 1993
  • Langit untuk Asa
  • BACK [TERBIT]
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • Be The Best! [END]
  • Janji Untuk Aluna
  • Mr.Genda[Transmigrasi]
  • Lautan
  • Air Mata Elara
  • RAESHA (Revisi)

"Apa maksudmu? Jangan bilang kalau kamu penjelajah waktu." "Ingat namaku, dan ingat di mana aku tinggal. Kampung Kendala, rumah nomor 09. Berpagar besi bercat emas, satu-satunya rumah dengan halaman paling luas di sana. Cari aku di tahun 2022 ketika kalian masih belum bisa menemukan pembunuh berantai itu. Dia masih hidup, dan masih berkeliaran di Kampung Kendala. Kemarin, aku bertabrakan dengannya. Satu lagi, ada tato bintang di lengan sebelah kanan. Lelaki itu masih hidup bahkan terlihat sangat tegap," pertegas Elvaretta dengan sangat lantang. Emosi bercampur dengan kegundahan hatinya, ia marah dan juga geram. "T-tunggu. Nona. Apa lagi yang kamu lihat selain tato bintang di lengan kanannya?" "Wajahnya, tatapan matanya. Aku bisa langsung mengenal dirinya jika bertemu. Lebih tepatnya bukan di tahun ini, tetapi tahun 2022."

More details
WpActionLinkContent Guidelines