Untuk Diriku Yang Belum "Usai"

Untuk Diriku Yang Belum "Usai"

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 31, 2023
Kupikir selama puluhan tahun ini, aku merasa diriku sudah berdamai dengan diri, percaya diri menghadapi keadaan dan bahkan selalu optimis ketika ada masalah. Namun mungkin layaknya manusia, punya hati yang bisa kapanpun Allah bolak balikkan. Aku menjadi tersadar, bahwa selamanya berdamai dengan diri tak menjadi kunci ketenangan hati kita. Kita masih menjadi manusia, yang selamanya memiliki hati yang tak pernah usai bergejolak, selama Allah masih memberikan ruh dan nyawa pada diri ini. Aku masih merasa sedih, kecewa bahkan seperti saat ini merasakan kecemasan yang sangat berlebihan karena diri ini tak akan pernah usai. Kita akan terus dihadapkan pada masalah, kita terus akan dihadapkan pada hati yang siap menerima apapun keadaannya nanti.
All Rights Reserved
#18
tentangku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELEGANCE IN THE CHAOS
  • Melepas Luka
  • Karena Aku Tidak Ingin Hilang Tanpa Arti
  • AKSARA LARA(END)
  • ...
  • Slow Days (FIN)
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾

Dalam dunia yang kacau, seorang wanita memulai perjalanan penemuan diri, penyembuhan, dan kekuatan yang tenang. Elegance in the Chaos adalah eksplorasi mendalam tentang jiwa yang belajar berkembang di tengah badai kehidupan. Melalui patah hati, keraguan diri, dan pelajaran tak terduga, dia menemukan bahwa elegansi sejati bukan tentang kesempurnaan, tetapi menerima bagian diri yang berantakan dan indah. Buku ini mengajak pembaca memasuki dunia intim penulis, di mana setiap bab menjadi langkah menuju penyembuhan. Dimulai dengan pengakuan tentang tekanan hidup, pertempuran batin, dan topeng-topeng yang kita kenakan, sang penulis menghadapi perjuangan terdalam-patah hati, ketidakamanan, dan pencarian pengakuan-dan belajar bahwa cinta diri adalah perjalanan untuk merebut kembali kekuatan. Melalui cerita yang rentan dan refleksi yang memberdayakan, Elegance in the Chaos membawa pembaca dalam perjalanan emosional, mengeksplorasi tema melepaskan, menerima diri, dan kekuatan lembut namun tangguh. Ini adalah pengingat bahwa bahkan dalam masa tergelap, kita menemukan cahaya dengan menjadi diri sejati. Dengan bab-bab seperti Retak yang Membentuk Cahaya, Aku Tidak Perlu Dimengerti Semua Orang, dan Mencintai Tanpa Kehilangan Diri, buku ini bukan sekadar kata-kata, melainkan tempat perlindungan, di mana pembaca menemukan kenyamanan dan kekuatan. Setiap halaman mengingatkan kita bahwa penyembuhan, meskipun lambat dan berantakan, sangat berharga. Dalam bab terakhir, penulis menerima kekacauan hidup dan mengundang pembaca untuk melakukan hal yang sama. Ini adalah perjalanan yang terus berlanjut-tentang menjadi, bersinar dengan tenang, dan memilih untuk berkembang meskipun dunia runtuh. Elegance in the Chaos adalah untuk mereka yang dalam perjalanan penyembuhan, yang butuh izin untuk menjadi lembut, rentan, dan menerima kekacauan indah dalam hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines