Half A Deen : Catatan Cinta Rumah Tangga Muda

Half A Deen : Catatan Cinta Rumah Tangga Muda

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 1, 2023
Dear My Half Deen, Ketika kamu ditanya mengenai rumah tangga muda, apa yang ada dalam pikiranmu? Sebuah pernikahan impian yang sangat diinginkan oleh semua orang, menikah di usia muda kemudian merajut impian bersama. Rumah tangga muda bukanlah rumah tangga yang dibangun oleh mereka yang menikah muda. Bukan. Melainkan sebuah rumah tangga yang masih memiliki umur pernikahan sangat muda, dibawah lima tahun atau bahkan baru satu tahun. Disebut muda karena memang tahun-tahun tersebut merupakan waktu yang sangat panjang untuk dilalui sebagai bekal rumah tangga yang bisa awet hingga puluhan tahun lamanya. Hingga nantinya kamu dipisahkan sementara oleh Allah di dunia. Pada tahun awal tersebut, kesabaranmu diuji, keegoisanmu perlu diredamkan, ekpektasimu perlu diturunkan. Karena tidak selamanya berjalan beriringan akan terlihat menyenangkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Tak Bisa Memberimu Anak✔
  • Hanya Turun Ranjang
  • How Dare I
  • K.I.T.A
  • Nikah Muda (Sudah Tamat)
  • YES OR NO! [END]
  • MENIKAH JALUR EXPRESS (TAMAT)
  • Prewedding
  • Gaun Milik LARAS
  • My husband My enemy

Menikah muda di umur 17 tahun karena perjodohan adalah hal yang tak pernah terbersit di dalam fikiranku. Aku adalah Zeinida Pratiwi Zahman, gadis desa yang baru saja lulus sekolah menengah atas yang akan melanjutkan kuliah di kota Makassar dengan beasiswa prestasi. Tetapi ayahku memberikan syarat yang sangat aneh, aku harus menikah sebelum melanjutkan kuliah agar ada orang yang menjagaku selama di perantauan. Seiring berjalannya waktu, aku menjadi sangat mencintai suamiku begitupun suamiku juga sangat mencintaiku. Tapi, aku tak bisa memberinya anak. Apakah rumah tangga kami akan bertahan tanpa sosok seorang anak?

More details
WpActionLinkContent Guidelines