Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Rantau

Rantau

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 13, 2023
Kala ujian bukan lagi tentang iman, namun ekonomi yang kian meremang. Mengadu nasib dengan harap, penuh iringan restu ibu bapak. Berusaha mengais ilmu kala makan besok saja tak menentu. Tetap menatap ke depan meski masa depan semakin memburam, berusaha meraih celah setitik cahaya diantara ruang gelap gulita. ... ''Le, lek sampeyan nggolek cahaya ndek anggon padang, ora kedadeyan. Ndek anggon peteng, senajan sitik cahayane, sampeyan ruh panggonane. Iku jenenge urip.'' (Nak, kalau kamu cari cahaya di tempat yang terang, gak bakal ketemu. Cari di tempat gelap, meskipun setitik cahayanya, kamu tahu dimana cahayanya. Itu namanya hidup)
All Rights Reserved
#10
eventpanuneberpatner
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Goresan Seorang Pengembara
  • Lintang Laksana (SEGERA TERBIT)
  • Reinkarnasi Istri CEO
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • Ada Apa Dengan Waktu ?
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Titik Yang Benar
  • Takdir Sang Ilahi [END]
  • Cerita Daun dan Bumi

(Revisi) "Lu ngapain di paling belakang? Pengen deket-deket sama gua?" bentak Anjani yang menyusul dari belakang. "Saya hanya tidak ingin terburu-buru." "Ini pendakian ekspedisi, bukan pendakian umum yang bisa semau lu, di sini punya aturan dan punya jadwal kegiatan!" "Mendaki itu tidak boleh memaksa, alam tidak bisa dilawan oleh kekuatan manusia." "Gua tau lu udah berpengalaman dalam pendakian, tapi nggak usah sok. Waktu kita nggak banyak!" "Jangan salahkan saya, salahkan yang membuat jadwal. Jika ia membuat jadwal agar perjalanan dibuat lebih pagi lagi mungkin kita sudah sampai tempat yang semestinya." Anjani terkunci dengan kata-kata Haqy yang sedikit menyindir panitia, tidak terkecuali dirinya. "Banyak omong lu, tau apa tentang acara ini?" "Setidaknya negara ini membebaskan berpendapat." "Halah..." Di atas adalah sekilas tentang cerita ini. Mau tau lebih lanjut, yuk baca cerita ini. Petualang sejati akan hidup abadi dan tak akan pernah mati. Goresan yang ia lukiskan akan selalu diingat olehnya yang berarti. -Selamat membaca teman-teman, semoga terhibur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines