My Wedding

My Wedding

  • WpView
    Reads 296,177
  • WpVote
    Votes 9,750
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 1, 2016
Kehidupan setelah menikah itu tidak mudah, Seperti kehidupanku.Aku harus menikah dengan orang yang tidak mencintaiku. Dia adalah kakak dari Bima. Alvino Pahesha, hanya menggantikan Bima sebagai calon pengantin pria. Karena Bima melarikan diri tepat di hari pernikahan kami.!!! Neha Vilrani Rahardian. ----------- Gara-gara adikku Bima melarikan diri di hari pernikahannya, aku sebagai kakaknya harus menggantikan dia menjadi pengantin pria. Aku tidak mau keluargaku malu karena pengantin pria lari dihari pernikahannya. Sebenarnya aku sama sekali tidak mengenal calon pengantin adikku, aku hanya tahu namanya Neha Vilrani Rahardian. Alvino Pahesha. ------------------- 28/02/2015 by: phutriseptya dilarang keras untuk mengopy atau memperbanyak cerita tanpa sepengetahuan pengarang. Hargailah karya orang lain.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Tessa
  • NAVIELA
  • Mama Impian Untuk Alif [END]
  • Cintai Aku Sebentar Saja
  • Arin & Ali
  • My Husband My Enemy ( END βœ…οΈ )
  • Surat Izin Mencintai (END)
  • Grateful Seri-1 #Mendadakinlove

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

More details
WpActionLinkContent Guidelines