Dahulu, kompas kehidupan ketujuh bersaudara keluarga Pradana adalah senyum kedua orang tua mereka. Namun, badai datang tanpa permisi. Lima tahun lalu sang Ayah pergi selamanya, disusul sang Ibu dua tahun kemudian, meninggalkan sebuah rumah besar yang kini terasa sepi dan asing. Mahesa Pradana, sang abang tertua sekaligus seorang dokter umum, kini memegang kemudi yang retak. Di balik jas putihnya, ia memikul beban yang tak terlihat menyatukan tujuh kepala dengan sifat yang bertolak belakang. Menyatukan mereka bukan perkara mudah. Mahesa harus menghadapi ego yang tinggi, kesedihan yang belum tuntas, dan banyaknya kesalahan pahaman karena kurangnya komunikasi yang mulai merenggangkan ikatan mereka. Di tengah kesibukan rumah sakit dan tanggung jawab sebagai pengganti sosok ayah dan ibu, Mahen mulai bertanya pada dirinya sendiri, siapa yang akan menuntunnya saat ia sendiri merasa hilang arah? "Hilang Arah" adalah kisah tentang bagaimana tujuh saudara belajar bahwa untuk menemukan jalan pulang, mereka tidak harus berjalan di depan, melainkan berjalan bersama. Karena terkadang, arah yang benar bukanlah sebuah tempat, melainkan orang-orang yang kita sebut keluarga.
More details