Story cover for Now And Forever by Dinadawrq
Now And Forever
  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Apr 01, 2023
"berhenti menatapku dangan tatapan seperti itu!"

"kau mau apa, jika aku tidak mau?" dengan senyum manisnya. 

"wajahmu akan biru sepulang sekolah!"

"tidak apa jika itu darimu" masih tetap tersenyum. 

anak kelas XI-2 IPA itu mencoba mendekati teman sekelasnya yang sedang sendiri di kelas. 

"seserius itu ngehapal pidato bahasa baku, sampai kebawa pas ngomong" ejeknya pada anak perempuan itu. 

aghh.. senyumnya memang sangat manis. pastas banyak anak perempuan gila yang menyukainya. mereka hanya tidak tau sifatnya yang malas. heran, tidak tau begaimana ia bisa mendapat juara dan pangkat sebagai ketua kelas. 

"itu urusanku, bukan urusanmu" jawabnya. 

"itu urusanku, karna aku ketua disini"

" tak ada ketua yang malas sepertimu"

"tak ada juga ketua malas yang punya rasa sayang melebihi aku ke kamu" 

itulah jawabnya yang membuat anak perempuan itu terdiam sambil menghela nafasnya. 

#n.a.f.
Now And Forever
Nadira And Fauzan
~sabtu 1 april 2023
All Rights Reserved
Sign up to add Now And Forever to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Cinta Dua Negara by dinaaa313
49 parts Ongoing
* Disarankan untuk membaca "Rasa Punya Nadira" dan "Nadira Beserta Bahagia Miliknya" terlebih dahulu supaya bisa lebih runtut ceritanya 😊 ***** Tipe istri idaman seorang Adrian adalah seorang gadis yang begitu taat pada agamanya, serta sangat bisa untuk bersikap dewasa seperti Nadira. Adrian masih patah hati luar biasa. Tapi ternyata, rumitnya kehidupan Adrian tak berhenti pada saat pernikahan Nadira. Sebab hari Adrian seakan berubah ketika Alan yang merupakan suami Nadira menghubunginya, dan berkata : "Adrian." "Kenapa, Bang?" "Jemput adek Abang di Bandara." "Yang bener aja, Bang. Aku di Australia. Masa iya, aku harus terbang ke Indonesia dulu buat jemput Jihan?" "Bukan Jihan." "Terus?" "Makanya, punya HP jangan dianggurin. Jadi nggak tahu kalau ada orang kasih kabar." "Coba jangan bertele-tele apalagi mau nantangin aku berantem, Bang." "Buka pesan dari Abang sekarang juga. Dan jemput adek Abang di Bandara. Karena dia sudah sampai di Australia. Jangan lupa, titip dia." "Eh, bisa-bisanya enteng banget bilang titip-titip tanpa ada kabar apa-apa." "Kan, ini udah bilang." "Nggak bisa. Aku nggak mau ya, Bang. Lagian, ngapain dititipin ke aku?" "Biar kamu bisa cepet move on dari istriku." Astaga. Sekali lagi harus Adrian katakan, bahwa wanita sholihah idaman Adrian adalah Nadira yang saat ini sudah jelas jadi istri sah Dokter Alan. Tapi kenapa seseorang yang hadir dalam hari-hari Adrian setelahnya, justru gadis belia yang sering sekali bertindak kekanakan dan berisiknya masih seperti anak SMA? Apakan tipe 'Bocah Rusuh' bisa meruntuhkan tembok begitu besar yang telah Adrian bangun setelah patah hatinya bersama Nadira? Apa negara Australia akan menjadi pelabuhan terakhir mereka? Atau tetap Indonesia yang akan jadi tempat ternyaman untuk kepulangan keduanya? Dan ingat lagi kata Nadira : Kalau Dira sudah bahagia, maka harusnya, Kak Dria juga segera merasakannya. Start : 8 November 2023 End : -
ON SIGHT (Completed) by prlstuvwxyz
59 parts Complete
CERITA DIPRIVATE ACAK [Enaknya sih baca THE CLIMB dulu, biar makin nganu] Humor-Teenfiction March 11, 2018, Highest rank #4 in Humor. "Lagi serius malah ngakak )':" "Btw ceritanya seru ka, bikin ngakak bacanya" "Hem makin lama makin geregetan nih cerita" "Tapi meskipun udh diulang-ulang bacanya tetep ngakak ya" "Mantap kak. Kocak habis sampek kyak orang gila ane dirumah ktawa2 sma hp" "Di setiap part ada aja kata-kata yang buat aku ngakak sendiri mantap om." "Sungguh teganya engkau udah buat gue nangis" "Bikin kepo bener" "Bisa aje lu pada bikin ngakak malming gini lagi.. baper qwe mah. Alip mkin kocak" "Sumpah ya lip bikin sakit perut lo, ketawa ngakak" "Mendebarkan" "Keren ,lucu, bikin ngakak, bikin anak orang baper pokonya mantap" "Seruuu banyak humor nya aku sukaa" "LUCUUUUUUUUUUUUUUUUU banget pake d. Abis baca cerita ini bisa buat mood jd bagus. "keren..gaul abis.authornya kreatif lanjutkan bakatmu kaka" "Good story" "Nyesek banget baca part ini" "Kejang-kejang gue baca episode ini" "Tolong ini baper udah level paling atas:)" "Njir, gue gak tenang bacanya karna sambil ngakak masa?" Ini hanyalah sebuah kisah klasik antara Rafka Garabaldi---anak PA (Pecinta Alam) dan Alyviah---anak PA' (read:peak). Dalam kamus pendakian, On Sight adalah pemanjatan satu kali berhasil pada satu jalur. Silahkan kalian hubungkan sendiri cerita ini dengan istilah itu setelah membaca nanti. Semoga ada hubungannya ya, karena kalau 'tidak ada hubungan' itu---pedih apalagi tidak dianggap oh sungguh sakit tak bernanah. Tapi, kalau memang tidak ada hubungan, mau dikatakan apalagi kita tak akan pernah satu... "Tunggu saja waktu di mana Gunung Merapi lelah meletus mengeluarkan lahar panasnya dan waktu ketika Gunung Es luluh lantak karena meleleh." -On Sight- Selamat membaca cerita ini, semoga senang. Kuikut senang jika kalian bisa baper dan tertawa dalam waktu bersamaan. Awas ketagihan! Bijaklah dalam membaca :) Palembang, 22 Oktober 2017
You may also like
Slide 1 of 10
Jomblo di eskul Pramuka cover
KEIYANA (END) cover
Sepertiga Malam Adinda & Angkasa  cover
AILAH(END)✅ cover
Senja Yang Dirindukan cover
ARGA [TAMAT] cover
"MY BOY MY ENEMY" (ON GOING) cover
Cinta Dua Negara cover
ON SIGHT (Completed) cover
[√] Surat Takdir Dari Tuhan  cover

Jomblo di eskul Pramuka

5 parts Complete

"Mulai hari ini kamu ibu masukkan ke dalam eskul pramuka, bahagialah!" Entah kenapa di akhir kalimat, pengucapan ibu Fatimah begitu menekan ke dalam jantungku. "Tung--Tunggu dulu bu. Saya belum pernah menyetujuinya" "Apakah itu harus?" Nada dingin dan sentuhan tangan beliau langsung menjalar ke urat nadiku "I--itu tergantung dengan situasi dan persepsi dari--" "Mana jawabanmu?" "Baik bu" Sial... Kenapa mulutku tak memikirkan nasibku yang akan datang. "Yaah, ibu tau kamu malu kok" (Bu! Hentikan omong kosong anda) Begitulah kalau aku punya nyali untuk mengucapkannya. "Nandi, mulai hari ini, dia bergabung dengan eskul pramuka" Ibu Fatimah mendekati seorang wanita yang dari tadi memperhatikan kami. Kalau aku bilang, lebih seperti seorang anak kecil sedang memperhatikan anak kecil lainnya yang sedang dipaksa oleh orang yang lebih tua. Entah apa yang mereka bisikkan di sana, tapi aku yakin, pasti itu bersangkutan dengan privasi yang kujaga lebih dari apapun. "Dimas, Nandi juga setuju dengan ini. Jadi kau sepulang sekolah bisa langsung ke ruang pramuka nanti" Lalu beliau tersenyum. Entah kenapa senyuman tersebut mempunyai maksud yang berbeda dari apa yang dia katakan sebelumnya "Jangan kabur ya..."