Breath
  • WpView
    Reads 309
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 10, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"I have all of this shit in my mind, can't you imagine that? Thinking about suicidal all of the time! I'm exhausted for being like this! Don't you?" Steve menggeleng dan menatap wajah pucat Viens yang dipenuhi air mata di pipi. Melihat betapa hancurnya Viens, membuat Steve tak tega. Ia tak mau menatap Viens hancur seperti ini. Ini membuat hatinya hancur berkeping-keping. "Viens... Do you need a hug?" Steve tak perlu jawaban Viens dan memeluknya erat. Mencoba menenangkan dengan memberikan pundaknya untuk Viens menangis. Steve tak perlu berkata panjang lebar hanya untuk memaksa Viens ikhlas, sabar, bahkan menyalahkan Viens atas apa yang terjadi. Karena Steve tahu, Viens hanya butuh telinganya. Bukan mulut penghakiman darinya. "You are worth it. Just keep breathing with me."
All Rights Reserved
#276
struggle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HOW THE YEAR ENDS
  • Arteri dan Vena
  • Mianhae(미안해)✓
  • Glitter Days
  • Menghitung Bintang (Completed/Lengkap)
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Kita Sembuh Bareng?
  • (End) Dear, Your My Special One
  • Forever Alone (Sudah Terbit)

‼️LOKAL FAN FICTION‼️ ㅡ [antara tanah sunda universe; phase 1] - on revision "Gimana kalau waktu itu si El enggak inisiatif bantuin lu sikat toilet gara-gara atribut gak lengkap, ya?" "Ya tetep temenan sih." "Kenapa?" "Sesuatu dipertemukan Tuhan buat jadi sebuah cerita, Ren!" "Alahh pujanggaaa!" "HAHAHAHAHAH!!!" Jiwa mereka bebas, impian mereka sangatlah luas. Rasa takut? Mereka hampir tidak memilikinya. Bertemu karena sebuah kesalahan di masa MPLS tingkat SMA, empat sekawan ini menapakkan langkahnya seiringan di atas tanah pasundan dengan mengangkut harapan sebesar gunung Tangkuban Perahu. Akan menghabiskan tiga tahun sisa masa remajanya di SMA Pramudikta, keempat lelaki ini ternyata mulai terkekang, mulai terjatuh dan saling terjauh, serta mulai memiliki rasa takut yang sangat banyak ketika angka dua belas bet seragam di jahit dengan rapi. Akankah mereka kembali menjadi para pemimpi bebas? Akankah mereka bangkit dan kembali saling merakit? Akankah rasa takut mereka hilang tanpa menciptakan bekas? ㅡ Genre: Slice of Life, Comedy, Drama, School life, Friendship, Family, Semi-politic, Coming of Age Written by: @issuedisse Starring: Hyunjin, Renjun, Hayoonbin (VIIN), Chenle p.s: latar dan nama lokal, ceritanya agak uncomfortable but comfortable at the same time (buat beberapa part) everything that happened inside this story are 100% fiction, 100% not related to RL eventhought some places are exist in RL but once again it doesn't related to the real world yaaa dear🫶🏻

More details
WpActionLinkContent Guidelines