Breath
  • WpView
    Reads 308
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 10, 2023
"I have all of this shit in my mind, can't you imagine that? Thinking about suicidal all of the time! I'm exhausted for being like this! Don't you?" Steve menggeleng dan menatap wajah pucat Viens yang dipenuhi air mata di pipi. Melihat betapa hancurnya Viens, membuat Steve tak tega. Ia tak mau menatap Viens hancur seperti ini. Ini membuat hatinya hancur berkeping-keping. "Viens... Do you need a hug?" Steve tak perlu jawaban Viens dan memeluknya erat. Mencoba menenangkan dengan memberikan pundaknya untuk Viens menangis. Steve tak perlu berkata panjang lebar hanya untuk memaksa Viens ikhlas, sabar, bahkan menyalahkan Viens atas apa yang terjadi. Karena Steve tahu, Viens hanya butuh telinganya. Bukan mulut penghakiman darinya. "You are worth it. Just keep breathing with me."
All Rights Reserved
#159
struggle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FADING IN YOUR ARM [YEOJONG]
  • Paradise
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Seventeen Gs    [ Blood Crystal ]
  • Dear Renjun || Nct Dream
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • Breathe
  • Arteri dan Vena

Yeosang tak pernah suka keramaian. Tapi sejak tubuhnya mulai hancur perlahan dari dalam, ia belajar mencintai sepi... karena hanya di sanalah ia bisa pura-pura baik-baik saja. Jongho, murid baru yang tak pernah dimintanya hadir, justru perlahan merobek celah-celah dinding itu. Younghoon, sang kakak yang terlalu cerewet dan terlalu cinta, mulai melihat retakan di balik senyum. Dan Woosan, dua sahabat yang selalu mengira mereka tahu segalanya-tanpa sadar sedang menjaga seseorang yang hampir menyerah. Dalam cerita ini, tak ada ledakan. Yang ada hanya pelan-pelan: tubuh yang melemah, rahasia yang menumpuk, dan cinta yang datang... ketika semuanya sudah terlambat. Dan di akhir, siapa yang masih bertahan untuk tetap tinggal? --- 🥀 Yeosang "Aku gak takut mati... Aku cuma takut... akhirnya mereka tahu, dan bilang aku egois karena nyembunyiin semuanya." --- 🧸 Jongho "Kak... kalau kakak capek, kenapa kakak gak pernah bilang? Kenapa kakak harus nunggu sampai aku lihat kakak hancur sendiri?" --- 🧩 Younghoon "Gue marah bukan karena lo sakit. Gue marah karena lo pikir lo sendirian." --- 🌪️ Woosan San: "Gue gak butuh alasan, Sang. Tapi lo nyuruh gue diem waktu lo hampir jatuh, itu kejam." Wooyoung: "Kita bukan cuma buat ketawa lo doang, goblok... kita juga ada buat nangis lo." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines