The World of Colours

The World of Colours

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 12, 2024
Saat aku bertemu dengannya, mataku yang tidak bisa melihat warna ini berujung melihat cerahnya dunia, hatiku yang berhenti berdetak kembali menggema dengan keras, tangan kaku dan dingin menghangat akan sentuhannya. Dengan suara atau tanpa suara, aku tetap merasakan gaungan cintanya. Aku tau, Sang Bulan pasti akan bertemu Mentari walau hanya pada saat purnama saja. ⋇⋆✦⋆⋇  "I will find you in the past life, this life, and the next life." - William Essam Aku akan menemukanmu di kehidupan yang lampau, kehidupan saat ini, dan kehidupan selanjutnya cover by: kawaii.sinai
All Rights Reserved
#770
dunia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After Transmigrating into a Short-lived White Moonlight [End]
  • Estar en Flor
  • Rainy Day (complete)
  • " Believe me !! 💞 We will meet again...."
  • Because Of You.. (Karena Kamu..) I LingOrm
  • Wasted Princess [On Going]
  • The Destiny (Claude De Alger Obelia x Reader)
  • Free Lady : Alternis Time
  • AURA !!! (Ormling x lingorm)
  • BEHIND THE SCENE

Sinopsis: Sang Yuanyuan bertransmigrasi ke dalam novel fantasi kuno romansa sadis, menjadi cahaya bulan putih putih yang indah dari pemimpin pria yang mati lebih awal. Pemimpin pria mencintainya, karakter pendukung pria juga mencintainya. Pemimpin wanita terluka dan patah hati karena dicintai, diinjak-injak, dan dilecehkan oleh semua pria karena dia memiliki wajah yang mirip dengan miliknya. Hubungan dengan pemeran utama pria penuh liku-liku, disiksa antara hidup dan mati, dan akhirnya memiliki akhir yang bahagia. Sang Yuanyuan: "Maaf, saya pertama-tama tidak ingin mati, kedua tidak ingin disalahgunakan. Jadi saya memilih untuk melarikan diri dengan penjahat. Permisi, selamat tinggal. " Penjahat itu menyipitkan matanya yang panjang, dengan postur malas dan bibir tersenyum seperti angin musim semi-- "Selain aku .... tidak ada apa-apa selain neraka." Dia merenungkan selama tiga detik. "Apakah ada tanah?" "... ada gurun." "Apakah ada air?" "...... hanya darah." Dia ingin melihatnya panik dan kehilangan kepalanya, menunggunya berteriak dan melarikan diri, tetapi setelah kosong selama tiga detik, mata wanita itu malah bersinar samar. "Kesempatan yang bagus untuk mencoba varietas baru!" "......" Dia yang selalu hidup dalam kegelapan yang paling dalam, tidak pernah berpikir bahwa akan ada orang yang bisa mengisi seluruh gurun dengan bunga dan rumput. * Author : 青花燃

More details
WpActionLinkContent Guidelines