The World of Colours

The World of Colours

  • WpView
    Membaca 11
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Feb 12, 2024
Saat aku bertemu dengannya, mataku yang tidak bisa melihat warna ini berujung melihat cerahnya dunia, hatiku yang berhenti berdetak kembali menggema dengan keras, tangan kaku dan dingin menghangat akan sentuhannya. Dengan suara atau tanpa suara, aku tetap merasakan gaungan cintanya. Aku tau, Sang Bulan pasti akan bertemu Mentari walau hanya pada saat purnama saja. ⋇⋆✦⋆⋇  "I will find you in the past life, this life, and the next life." - William Essam Aku akan menemukanmu di kehidupan yang lampau, kehidupan saat ini, dan kehidupan selanjutnya cover by: kawaii.sinai
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#437
world
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Destiny (Claude De Alger Obelia x Reader)
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • Estar en Flor
  • After Transmigrating into a Short-lived White Moonlight [End]
  • And Then You Came (Completed)
  • BEHIND THE SCENE
  • a RAINBOW

(Main Story) 'Saat kau jatuh cinta pada milik orang lain.' "Bukankah kata itu terlalu kejam untuk seseorang seimut dirinya? Dia terlalu polos untuk seorang yang akan menjadi Tyrant. Yaah~ tapi tidak ada yang akan mengetahui masa depan bukan." (Name) adalah jiwa yang dikutuk. Saat dia terlahir, itu menandakan kehancuran seseorang. Tidak peduli sekuat apa pun dia mencoba mengubah masa depan, takdir buruk tidak akan berubah. Jadi kali ini dia akan hidup mengikuti arus sampai takdir itu datang padanya. "Kau tau itu akan terjadi padanya, kau tidak mencoba mencegahnya, atau setidaknya menghiburnya? Kau memang kejam (Name)." "Kenapa aku harus melakukan itu? Lagipula kau tau persis, saat aku naik ke 'ranjang' Claude, itu artinya dia akan menjadi makan malamku. Aku tidak ingin mengambil resiko di penggal karena menyentuh Kaisar." (After story) Rambut merah yang mencolok, kulit seputih salju dan mata merah menyala itu terlihat sangat cantik. "Seperti Snow White" Itulah yang dipikirkan Athanasia saat matanya bertemu dengan tuan putri Duke Winter dari utara yang baru saja turun dari kereta kudanya. 'Aku yakin mata itu berwarna merah bukannya biru.' [Who Made Me a Princess belongs to Plutus (Novelist) & Spoon (Artist).] [Fanfict ini dibuat hanya sebagai hobi, saya tidak mengambil keuntungan komersial apa pun.]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan