We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RENDRA DAN MASALAH [ OnGoing ]

RENDRA DAN MASALAH [ OnGoing ]

  • WpView
    Reads 335
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 17, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang laki laki berjuang sendirian. tetapi, ia sendiri mempunyai keluarga.. ia selalu berjalan sendiri semua sendiri isi pikiran kacau dan dirinya tidak pernah diperhatikan apalagi, dirinya tidak pernah dianggap ada. "Kenapa engga ada satu orang pun, yang menganggap gua ini ada?" ☕☕☕ Apakah Seorang Laki Laki ini.. akan merubah keluarganya menjadi tulus atau berbanding terbalik..? ⚠️ Cerita ini bersifat acak. I can update several chapters if I'm in the mood. this is NOT BL (BROTHERSHIP) dan maaf jika cerita fiksi yang saya buat mungkin ada kemiripan dari cerita lain, mungkin itu hanya kebetulan semata. ⚠️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • Hingga Tak Ada Lagi Luka
  • KenZian [END]
  • Love That Was Never Expressed Directly (TERBIT)
  • Sakit 'Jiwa' (End)
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • Different [END]

Bagi Naren, rumah bukan tempat pulang. Hanya bangunan penuh suara yang tak pernah mendengar. Sendirian di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah memberinya ruang, Naren hanya ingin satu hal: diterima, meski sekali saja. "Adik gue cuma satu. Cuma Hema." Kalimat itu menamparnya lebih keras dari apa pun. Apakah keberadaannya hanya luka? Apakah ia masih dianggap? Atau justru menjadi alasan penderitaan yang tak berujung? Di tengah ujian hidup yang terus berdatangan, Naren berjuang sendiri menghadapi rasa bersalah, kehilangan, dan harapan yang nyaris pudar. Ini adalah kisah tentang luka yang tak terlihat, tentang rasa sepi di tengah keramaian... dan tentang seorang laki-laki yang diam-diam ingin pulang namun bukan ke rumah, tapi ke hati yang bisa memeluknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines