Kidung Lara Seruling Hantu

Kidung Lara Seruling Hantu

  • WpView
    Membaca 1,979
  • WpVote
    Vote 118
  • WpPart
    Bab 152
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Sep 4, 2026
WpInfo
Fiksi
Fiksi Sejarah
Abad Pertengahan
Kerajaan Kuno
Sejarah Alternatif
Maha Pralaya adalah anomali persaingan dua kerajaan besar Sriwijaya dan Medang. Benarkah perang itu hanya akibat dendam keluarga? Bagaimana mungkin sebuah kerajaan yang menaklukkan Khmer dan Champa begitu terlena dan mengabaikan keamanan di saat-saat terpenting Perkawinan Ageng Putri Galuh dan Airlangga? Tenggelamnya Medang dan Munculnya Kahuripan, menjadi saksi lahirnya tokoh pendekar pengelana yang hanya muncul sekali dalam ratusan tahun. Besar di keluarga yang tidak normal, dengan ibu jalang dan ayah yang lumpuh, tidak membuat Sangaji, calon pengelana ini ikut-ikutan menjadi pemuda yang tidak genah. Masa lalu yang gelap, justru menjadikannya seorang pendekar yang menyayangi segenap mahluk hidup. Selalu menolong sahabat dan orang-orang yang dikasihinya tanpa mengharap balasan, bahkan tanpa diketahui pleh pihak yang ditolong. Kecerdasan bawaan yang diasah oleh ayahnya yang lumpuh melalui permainan logika dan contoh-contoh di alam nyata, menjadikannya seseorang dengan kemampuan menyelesaikan masalah pelatihan ilmu kanuragan yang tergolong sangat sulit. Jadilah Sangaji, bocah pendiam yang melampaui pencapaian paman guru dan kakek gurunya, bahkan menjadikan dirinya setara dengan Mpu sekelas Resi dan Begawan yang sudah berlatih puluhan hingga ratusan tahun lamanya. Satu-satunya kekurangan dirinya adalah, akar moyangnya yang kabur, bahkan tidak diketahui siapa ayah-bunda sesungguhnya. Itulah yang mendorongnya menjadi seorang pengelana sejati. Pengelana yang mencari jati diri dan akar moyangnya hingga ke seantero Nusantara. Sangaji menjadi Pengelana bukan hanya dalam artian harfiahnya mengelilingi seluruh pulau, tapi juga pengelana cinta dan hati. Irama serulingnya mampu membius ribuan orang, membawa mereka dalam alam yang diciptakan oleh emosi sang peniup suling. Irama dan perbuatan perwira, yang menyeret perasaan ratusan gadis, yang penasaran akan jati diri Seruling Hantu yang tidak pernah tampak batang hidungnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#369
romantis
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Gandakusuma
  • Asmara Jingga (Tamat)
  • [TAMAT] Api Unggun Terakhir
  • Mystery Files: Light of Catastrophe
  • Pendekar Lembah Perawan
  • Dewi Tara : The Mystical Forest

Lima tahun lalu, Yara, gadis belia yang baru menginjak 12 tahun itu diusir karena dinilai mengancam kedaulatan kerajaannya. Dia dituduh berkhianat hingga rela membunuh ibu serta abdi-abdi setia yang mengetahui rencananya. Kemudian, sebagai cara untuk menebus kesalahannya, alih-alih diberi hukuman mati, dia hanya diasingkan ke sebuah desa terpencil di perbatasan. Hidup di pengasingan mengajarkannya bertahan, membangun kekuatan, dan merancang rencana balas dendam. Kini, Yara kembali dalam balutan kain sutra, menyamar sebagai penari di perayaan kemenangan perang dari Putra Mahkota kerajaan musuh yang disebut menjadi dalang dari alasannya diusir dari istana. Tujuan Yara hanya satu: menancapkan keris ke jantung sang Putra Mahkota! Namun, saat belatinya hampir menuntaskan dendam, lelaki itu malah tersenyum, seakan sudah menunggu saat ini sejak lama. "Yara, akhirnya kita bertemu lagi," ucap sang Putra Mahkota dengan sebaris senyum di wajahnya. Tak hanya senyumnya yang terasa janggal. Alih-alih menebas lehernya, Putra Mahkota justru mengumumkan sesuatu yang mengguncang dua kerajaan. Mereka akan... menikah! Terperangkap dalam pernikahan politik dengan musuhnya sendiri, Yara harus mencari tahu alasan di balik semua ini. Apakah ini jebakan? (10 April 2025-) copyright © 2025 by Pimenovaa

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan