Payung Biru [Luca & Bidadari pucatnya]

Payung Biru [Luca & Bidadari pucatnya]

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 4, 2023
"kamu enak ya, bisa ngerasain Hujan. aku enggak bisa kena hujan" ucap gadis kecil itu membuat Anak laki-laki itu bangun dan menerima payung pemberiannya. "kenapa?" tanya anak laki-laki itu sambil mengerutkan keningnya bingung. "tuhan itu adil, dibalik kekurangan mereka pasti ada kelebihannya, kamu memang tidak punya orangtua tapi kamu punya tubuh yang sehat. sedangkan aku punya segalanya tapi.. aku tidak sesehat dan seberuntung kamu." ucap gadis kecil itu kemudian memegang wajah anak laki-laki didepannya. "kalau aku masih diberi waktu sampai kita dewasa, kamu cari aku ya, ajarkan aku mengenal dunia luar, ajarkan aku merasakan hujan, ajak aku ngerasain makan coklat lagi ya..." tutur gadis itu. "kamu gak pernah makan coklat?" tanya Anak laki-laki itu dan hanya dibalas dengan gelengan kecil oleh sigadis kecil. "jangan sedih ya, kamu lebih beruntung dari aku.. aku harap kamu bisa menghargai diri kamu sendiri. bye ya.." ucap gadis kecil itu kemudian berlari memasuki sebuah rumah besar didepan taman yang sedang ia kunjungi. gadis itu berhenti sejenak dan menghadap kebelakang, memberikan lambaian kecil tanda perpisahan pada anak laki-laki tersebut. anak laki-laki itu tersenyum dan membalas lambaian gadis kecil itu, membuat gadis kecil itu senang dan berlari sambil melompat-lompat kecil sebelum dirinya benar-benar masuk kedalam rumah besar itu dan menutup pintunya. --- Cerita Ini Murni Hasil pemikiran saya sendiri.. Selamat datang Luka Yang mendalam.
All Rights Reserved
#887
penulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Till I Meet You
  • ALEYA~~
  • Lovakarta
  • For My Daughter
  • The Bloodcurdling Sword (COMPLETE) √
  • Marsella (1)
  • beautifull sunset and someone berbatik
  • Cewek Judes Vs Cowok Nyebelin END (TELAH TERBIT)
  • Rain
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

Kita berdua pernah terjatuh, terluka , dan terkubur di lubang yang dalam. Kita sama - sama pernah merasa hancur saat orang yang di cintai pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Memendam rasa sakit seorang diri. Tersenyum walau batin tersiksa tertawa meski hati menjerit .. yang dapat kita lakukan hanyalah berlarut-larut dalam emosi dan kesediahan. dimanapun tubuh ini berpijak hanya sepi yang terasa... Dan pernahkah kau berpikir bahwa apa yang terjadi pada kita ini begitu melelahkan hingga rasanya mengakhiri hidup adalah pilihan terbaik untuk pergi dari dunia yang fana.??? Namun tuhan sepertinya punya jalan lain. layaknya benang merah yang saling terhubung kau dan aku pun akhirnya di pertemukan. Jujur aku tidak pernah tau apa yang ia rencanakan. Mungkin tuhan sengaja memasangkan kita lalu setelah itu tertawa sambil berkata pada para malaikat " Hei lihat lah kedua orang menyedihkan ini mereka sangat cocok bila bersama." Atau mungkin tuhan ingin agar kita berteman dan menolong satu sama lain. Entahlah apapun itu biarkanlah waktu yang akan menjawabnya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines