Apricity.

Apricity.

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 3, 2023
Kita bertemu kembali, di tengah suasana salju yang menawan, dan mentari yang bersinar dengan hangatnya. Tapi, apa semuanya masih sama? Aroma hot chocolatte yang mengingatkanku pada moment pertama kali kita bertemu di café kesukaan kita. Entah mengapa, kupikir kita memiliki banyak persamaan. Seperti warna kesukaan, hobi, lagu, dan masih banyak lagi. Kurasa kita juga memiliki perasaan yang sama. Dan benar saja. Tetapi semua itu tidak berlangsung lama. Kita juga memiliki perbedaan.
All Rights Reserved
#26
math
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 8 LETTERS [chenle-ningning]
  • Clarisa Yunita ( End )
  • Penantian(Way Back Home)
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • When the Sea Meets the Sky
  • Marry With My Senior ( SUDAH DIBUKUKAN DAN TERSEDIA DI APLIKASI DREAME)
  • Can We Kiss Till We Die
  • The Real Boyfriend | BounPrem [✓]

SMA punya banyak kenangan dan cerita menarik bagiku. Masa dimana aku mengenal dewasa dan segala hal baru tentang dunia. Tentang cerita dengan banyak gelak tawa dan bahagia, beragam luka dan obatnya, obrolan tengah malam, juga akhir pekan yang menyenangkan. Kepalaku memutar banyak ingatan acak dalam 3 tahun itu, dan nama Akalanka adalah yang paling bisa kukatakan menduduki posisi pertama kenangannya. Kami berdua mengukir banyak memori di setiap tempat favorit yang tidak pernah bosan dikunjungi. Bertukar cerita, walaupun awalnya kuakui agak sulit membuatnya sudi membuka suara. Saling menguatkan dan mendengarkan dengan cara yang berbeda, sampai mencari kebahagiaan kecil yang terselip di beberapa tepian adimarga yang sering kami lalui bersama. Selamat datang di lembar kenangan bahagia dan luka perihal kesayanganku. Kilas balik seorang laki-laki sehangat mentari pukul tujuh pagi, yang hilang membiarkan jejaknya melekat pada setiap sudut ruangan. Lalu sepenuh rindu, aku menunggunya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines