
"Tataplah mataku nak, dan jangan berpaling sembunyikan keindahan matamu itu..." -Varaashia Lian Setelah beberapa hari melakukan perjalanan mengikuti perkataan Tuan Yylian, Salim akhirnya sampai di sebuah hutan dimana siapapun yang masuk ke sana tidak akan bisa kembali hidup-hidup. Hutan Terlarang Varaashia, dimana para Serigala tinggal jauh dari ras lainnya. Salim yang menyadari akan hal itu berpikir mungkin inilah yang diinginkan Tuan Yylian agar mempersembahkan hidupnya kepada mereka agar akhir hidupnya ia tetap memiliki makna walau hanya sekadar jadi santapan bagi mereka. Anak itu yang sudah pasrah dengan sisa inti hidupnya, bukannya berakhir menjadi santapan mereka, pemimpin mereka Sang Serigala Agung justru hanya memandang mata birunya yang indah serta mencium keningnya. hingga akhirnya ia terlelap dalam mimpi indah dan terbangun pada kehidupan baru bersama dengan para serigala. hidup sebagai pendamping hidup Varaashia Lian, dengan nama kesayangan: "Lindo"Toate drepturile rezervate
1 capitol