We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Khdethrazai

Khdethrazai

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 4, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Tataplah mataku nak, dan jangan berpaling sembunyikan keindahan matamu itu..." -Varaashia Lian Setelah beberapa hari melakukan perjalanan mengikuti perkataan Tuan Yylian, Salim akhirnya sampai di sebuah hutan dimana siapapun yang masuk ke sana tidak akan bisa kembali hidup-hidup. Hutan Terlarang Varaashia, dimana para Serigala tinggal jauh dari ras lainnya. Salim yang menyadari akan hal itu berpikir mungkin inilah yang diinginkan Tuan Yylian agar mempersembahkan hidupnya kepada mereka agar akhir hidupnya ia tetap memiliki makna walau hanya sekadar jadi santapan bagi mereka. Anak itu yang sudah pasrah dengan sisa inti hidupnya, bukannya berakhir menjadi santapan mereka, pemimpin mereka Sang Serigala Agung justru hanya memandang mata birunya yang indah serta mencium keningnya. hingga akhirnya ia terlelap dalam mimpi indah dan terbangun pada kehidupan baru bersama dengan para serigala. hidup sebagai pendamping hidup Varaashia Lian, dengan nama kesayangan: "Lindo"
All Rights Reserved
#55
vtuber
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝑰 𝑫𝑶𝑵'𝑻 𝑪𝑨𝑹𝑬!.
  • Siluman ular itu mengubah hidupku
  • Reverse Harem of Leyna (Leyna's harem of men)
  • Wasted Princess [On Going]
  • Lulu
  • Dek Zhuyan (Brothership)
  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua

Karena takdir yang sudah tertulis, Emma Harley terpaksa menanggung beban dan menyembunyikan rahasia besar. Ia memiliki kelebihan yang luar biasa, melihat kilasan masa lalu dan masa depan hanya dengan menatap mata seseorang. Bukan serba kekurangan, melainkan serba kelebihan. Mereka menganggapnya manusia rendah, padahal ia yang teratas. Bukan karena ia tidak pantas bagi mereka, melainkan mereka yang tidak pantas baginya. "Maafkan aku, kembalilah Emma," lirih Samuel dengan suara parau. "Tidak, kemarilah Emma!" teriak seorang pria yang tengah menahan rasa sakit luar biasa di perutnya karena mendapat luka tusukan. "Of course, I don't care." Emma menekan setiap kata-kata, kemudian melenggangkan pergi tanpa melirik mereka sedikit pun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines