RUMAH KU. NERAKA KU   (ON GOING)

RUMAH KU. NERAKA KU (ON GOING)

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 15, 2023
Ayni si bocah malang korban keegoisan orang tuanya Bocah kecil yang tidak tau apa apa harus menanggung beban hidup nya sendiri bersama dengan sang nenek yang sudah renta setelah perpisahan orang tuanya ayni menjalani hidup nya sendiri membantu sang nenek untuk mencari nafkah Bocah yang di kucilkan oleh kerabat dan saudara" nya membuat dia menjadi pribadi yang introvet. Hidup tanpa kasih sayank dan perhatian lingkungan Dunia nya menjadi hancur saat kepergian sang nenek yang di panggil oleh tuhan. Tetapi saat ia beranjak remaja dia bertemu dengan seseorang. Akan kah hidup ayni menjadi bahagia atau ayni memilih pulang kepangkuan sang ilahi?? simak kisahnya yuk.. Awas cerita banyak mengandung bawang banyak kata" kasar jadi bijak lah melilih cerita typo berterbangan maklum ya masih pemula No plagiat ok Sebenarnya ini kisah nyata sih salah satu sahabat ku. Aku terinspirasi dari kehidupan nya. Dan saat aku bilang ingin menjadikan hidup nya menjadi sebuah cerita dan dia mengijin kan nya. Dan semoga cerita ini bisa menjadi contoh buat orang tua di indonesia. Aku yakin pasti banyak di antara kita ada yang mengalami hidup kayak cerita ini.. Dan bgi kalian yang menjalani hidup seperti ini aku salut dengan kalian yang bisa bertahan
All Rights Reserved
#624
home
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Qalbu {Terbit}
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Imaginary Boyfriend
  • My Duchess / End
  • ALEYA~~
  • ALEAGAS [END]
  • Antara Pagar dan Perasaan
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines