Our 22 [Hiatus]

Our 22 [Hiatus]

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 5, 2023
Kireyna Silvana sadar bahwa hidup hanya sekali, membuat prinsip dan memutuskan satu tekad nya saat akan jadi mahasiswi tingkat atas di perguruan tinggi. Lulus tepat waktu dan mengejar karir. Percintaan? Kireyna sudah lama memupuk niat tersebut setelah ia pernah dipatahkan lalu berniat untuk memfokuskan diri pada kehidupan pribadinya. Merasa nyaman dengan melodi piano yang biasa Ia lantunkan tenang bagai semilir angin menerpa wajah, Kireyna tidak pernah menyangka bahwa akan datangnya sebuah melodi sumbang yang membuat deret nada yang Ia jaga menjadi kacau. Ia tidak suka diusik tentang perasaan, karena baginya rasa cinta adalah fantasi bagi dirinya yang terlalu lama hidup di dunia nyata. Hingga sebaris nada senar gitar membuat dirinya sadar bahwa untuk menciptakan melodi perlu lebih dari satu jenis nada untuk melengkapi nada lainnya. Dan ketika Kireyna dihadapkan pada pilihan untuk menyambung nada atau masa depan, Dia, yang begitu dekat dengan sikap dingin nan hangat membuat Kireyna kembali merasakan desiran pada seisi hatinya dan aliran darah yang terus memacu jantung. Perasaan yang lama tidak dirasakan, membuat dirinya ambigu. Ini bukan sekedar tentang Kireyna dan pianonya yang tiba-tiba menjadi sumbang. Ini tentang masa depan, tantangan untuk bertahan, dan halaman ke 22 yang diukir hingga pengorbanan yang manis Apakah piano milik Kireyna bisa beradu dengan senar miliknya? ©2023 copywright to vrgneth_ 040423
All Rights Reserved
#92
promise
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Anugerah Terindah (Selesai)
  • PETRICHOR [Lengkap]
  • DESTINY (TAMAT)
  • Renjana [COMPLETED]
  • You Never Ask (Selesai)
  • November (COMPLETED)
  • The Silent Witness
  • TOXIC RELATIONSHIT [END]
  • to forgive [dalam revisi]

"Dih, mbaknya baru pertama kali diboncengin cowok," monolog Melan ketika sang pengendara motor itu melewati Melan. "Takut pacarnya berpaling ya mbak. Meluknya erat banget," ucap Melan dengan sedikit keras. Putri yang baru saja turun dari motor Rafi pun menoleh ke arah belakang yang dimana mendapatkan Melan yang sedang memakaikan kacamatanya dengan menatap Putri dan Rafi. Dengan langkah tergesa, Putri menghampiri Melan yang berdiri tidak jauh dari keberadaanya. "Apa lo liatin gue? Merasa tersaingi kah?" tanya Putri dengan ketus. Melan tersenyum meremehkan, "pede banget lo." Melan menatap Putri dari bawah ke atas - menilai semua yang dipakai oleh Putri kemudian menampilkan smirk andalannya. "WOY RAFI! PACAR LO BELIIN BARANG YANG BRANDED DONG! MASA MAU BERGAYA TAPI BARANG KW, ENGGAK MALU LO," teriak Melan yang langsung mengundang banyak pasang mata, salah satunya kedua sahabatnya. "Perang dimulai," ujar Renjana dengan senyum senangnya. "Samperin jangan?" tanya Renjana pada Tata yang sedari tadi diam dengan retina fokus pada Melan. Tata menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Biarin, gue kangen dia jambak - jambakan," ujar Tata dengan diakhiri kekehan. Renjana juga menganggukan kepalanya kemudian merangkul Tata untuk sedikit mendekat. "Ini baru teman gue," sambung Renjana dengan senyuman yang masih terpatri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines