Sampai Jumpa Besok

Sampai Jumpa Besok

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 8, 2023
Peradaban telah tiba pada senjausia. Sebentar lagi malam menjelang. Tak banyak manusia yang tersisa. Barangkali hanya belasan di desa yang Erlyna tinggali. Erlyna menghabiskan harinya dengan membuka kedai teh kecil di seberang perpustakaan tua. Tidak ada nama yang tertera di tokonya. Namun, kalau mau, kau boleh menyebutnya "Kedai Erlyna" saja---atau Lullaby. Saat senyap mengisi malam, Erlyna memainkan lagu-lagu ciptaannya dengan kalung harmonika yang senantiasa melingkar di lehernya. Harmonikanya hanya sebesar kelingking, tapi mampu mengembuskan nada-nada sehangat pelukan. Saat akhir pekan, dengan bersepeda, bersama Luna, robot penjaga perpustakaan yang merindukan sosok ibu, Erlyna mengunjungi "Pondok Musim Semi" di hutan pinus. Apa lagi, ya? Rasanya tidak ada. Lagi-lagi ini hanya cerita sederhana dan biasa saja yang tidak menawarkan gejolak, membosankan, dan mungkin cocok dibaca pada malam-malam insomnia saat kau mendamba lelap. Mungkin kau akan tertidur pada kalimat ketiga, atau barangkali lebih cepat dari itu. Semoga saja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELENOPHILE : RED MOONBOUND [TERBIT]
  • Heartless
  • Before I Knew Light
  • Dark+ Light
  • Orang Polos Itu Berbahaya
  • Va in Soarta ✓ [TERBIT]
  • Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • The Archive Of Forgotten Realms

⚠️Versi Wattpad masih belum direvisi ya.. Tunggu versi cetaknya yang akan segera terbit di Penerbit Teori Kata Publishing 🫶 🌱 Starla Lenora adalah gadis yang sejak kecil hidup dengan kehampaan, seolah ada bagian dari dirinya yang hilang bersama malam. Namun segalanya berubah saat ia bertemu seorang anak laki-laki misterius bernama Al di tengah hutan sunyi, pada malam ketika bulan memerah seperti darah. Sejak pertemuan itu, hidup Starla tak lagi sama. Ramalan kuno tentang Sang Pemutar Waktu perlahan terbangun. Tanda lahir berupa bulan merah dan simbol jam di telapak tangan mereka menjadi pertanda bahwa takdir besar sedang menunggu. Tiga dentang lonceng membawa mereka melintasi batas ruang dan waktu, menuju era kedua, dunia asing yang terasa begitu berbeda dari Arawen. Namun sesampainya di sana, sesuatu yang mustahil terjadi. Starla dan seorang gadis bernama Luna saling bertukar jiwa. Kini Starla harus hidup sebagai Luna di era modern, sementara Luna terjebak menjalani kehidupan Starla di Arawen. Di tengah kekacauan dua dunia, Starla dipertemukan dengan dua pemuda misterius yang terasa begitu familiar dan keduanya memiliki banyak kesamaan dengan Al. Dari tatapan mereka, suaranya, bahkan dari cara mereka melindunginya. Semakin lama, Starla mulai mempertanyakan satu hal, Siapa sebenarnya Al? Apakah ia adalah Gallen, yang hangat seperti cahaya bulan? Atau justru Aleron, pemuda dingin yang perlahan tenggelam dalam luka dan kegelapan? Namun tanpa mereka sadari, waktu yang terus mereka ganggu perlahan mulai menghancurkan segalanya. Rahasia tentang kerajaan Arawen, kutukan bulan merah, hingga sosok misterius bernama Aurion membawa mereka pada kenyataan bahwa tidak semua takdir diciptakan untuk berakhir bahagia. Terkadang, orang yang paling ingin kita temukan, justru menjadi alasan terbesar mengapa kita harus belajar merelakan. #sudah terbit

More details
WpActionLinkContent Guidelines