N I S K A L A

N I S K A L A

  • WpView
    Reads 2,123
  • WpVote
    Votes 580
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 5, 2025
FOLLOW DAN VOTE DULU!! Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis cantik yang dulunya begitu ceria, ia mengalami kecelakaan beberapa tahun silam dan menyebabkannya trauma sehingga ada yang berbeda di dalam dirinya. _________________________________________________ "Lo diem aja! Cewek lemah kayak Lo, nggak bisa ngehadepin semua ini." Teriak suara itu marah. "Nggak! A-aku, aku nggak lemah." Bantahnya terdengar lirih. " Diem Anjing! Lebih baik Lo tidur selamanya, biar gw yang ambil alih." Suara itu kembali terdengar menginterupsi. "Aarrrggghhhh!" Pekik si gadis sambil memukul cermin yang ada di hadapannya. "Maafin gw" parau seorang pemuda dengan air mata yang kian menetes. "Gw bakal perjuangin cinta ini! Gak peduli dia siapa." Tekad pemuda lainnya di tempat yang berbeda pula. "Bangsat! Gw bakal bunuh cewek setan itu." Dengan nada yang terdengar marah, gadis itu mengepalkan tangannya. _________________________________________________ Apa yang terjadi dengan gadis itu? Kecelakaan seperti apa yang membuatnya trauma? Ingin tahu ceritanya lebih lanjut? Cuss langsung baca ceritanya. Note: Awal part memang terlihat membosankan, tetapi jika sudah di pertengahan part, akan ada konflik dan rahasia yang mulai terbuka.
All Rights Reserved
#942
alterego
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines