Masculine: Masa Curhatnya Online

Masculine: Masa Curhatnya Online

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 24, 2025
Keseharian Aldara Natasha berubah 180 derajat ketika ia menggunakan aplikasi 'Masculine; Masa Curhatnya Online'. Aldara terbiasa menceritakan kesehariannya di catatan laptop yang dia baca sendiri pada akhirnya. Oh, tidak lupa, ia juga harus menjadi dokter cinta terkuat yang pernah ada di muka bumi ini karena masalah percintaan sahabat-sahabatnya. Dan siapa sangka, seorang anonim yang sering saling curhat dengan Aldara adalah laki-laki yang paling ia benci di sekolah. Akankah Aldara berjodoh dengan laki-laki yang selalu berantem dengannya? Atau dengan laki-laki yang sudah menyukainya selama 5 tahun?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY ADORABLE NEIGHBOR
  • Ivory Heart
  • Ari dan Ara (Sudah Terbit)
  • Beware of The Villain
  • The Attitude of  A Popular Girl (TAOPG)
  • CINA-CINTAKU (SELESAI)
  • Bad Liar: Secret Admirer
  • Clingy Badboy [End]
  • KIARILHAM【END】

Apa jadinya jika ruang gelap yang dingin dihadapi oleh benda berkilau yang hangat? pasti menakjubkan. Gadis kecil yang awalnya ogah-ogahan pindah rumah sampai tantrum berkali-kali tetapi berubah pikiran dalam waktu beberapa hari. Lira kecil menemukan hal menarik yang membuat dirinya ingin menetap, alasannya Narendra Ezra Putra. Bocah laki-laki sebrang rumahnya yang tidak pandai bersosialisai namun sangat menawan, Lira sampai jatuh hati loh. Beranjak dewasa tidak banyak mengubah sikap Aren, tetapi hubungan dan ikatan mereka tidak bisa disepelekan. Seperti saat di sekolah menengah atas. "Lira Lira!" seorang pria dengan wajah memar dan baju kusut berjongkok dihadapan Lira yang sedang berpangku tangan, dia menatap heran. "Si Narendra itu monster, engga pandai berteman dan sekarang mau jadi preman." Nada adu domba yang pekat. Lira tersenyum lebar, matanya membentuk bulan sabit, "Benarkah?" kepalanya menoleh ke arah pintu kelas, dia menghampiri laki-laki yang berdiri tegak ditengah pintu, lalu "Hebat! Aren mulai berubah perlahan." Matanya berbinar sambil mengusap rambut Aren bangga. Satu kelas ternganga, adegan macam apa ini? Orang adu jotos malah diapresiasi, arena tinju, kah? Lira mungkin lahir dengan segudang dukungan dan cinta kasih di sekelilingnya, dia tidak akan redup hanya karena satu orang meninggalkannya. Namun, Narendra bisa kehilangan cahayanya jika Lira tidak lagi memedulikannya. #1ceritapendek (25/6/26) 22 Januari 2025💐 Cover by pinterest Edit by canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines