My Februari

My Februari

  • WpView
    Leituras 4,856
  • WpVote
    Votos 111
  • WpPart
    Capítulos 13
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jul 21, 2015
WpInfo
Ficção
Romance
"Maaf Tante... Saya gak sengaja!" Apa? Tante? Kurang ajar emang ini cowok! Emang gue keliatan kayak tante-tante! Dasar cowok kurang ajar! Oke, dandanan gue sekarang emang gak banget. Tapi gue yakin, muka gue sekarang gak ampe mirip tante-tante juga. Gila bener nih cowok! Padahal mukanya juga gak muda-muda banget. Ini cowok pertama yang gue temuin di dunia ini yang bikin gue kesel. Oh bukan! Sekarang gue marah setengah mati. Meskipun dia cakep. Oh tidak, dia itu tampan... Banget! Aduh! Apaan sih gue! Dia pokoknya cowok kurang ajar. Dan dia jelek.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Lolly [END]
  • Naughty Nanny
  • First Love
  • Angelista Geavano [Completed]
  • Love And Holidays
  • Tingkat Tiga
  • Danielza
  • My Life
  • My Enemy Is Mine
  • Don't Talk About Money

Kenalin, gue Lolly Muzema. Gue biasa dipanggil Lolly, ya, panggilan yang imut menurut gue. Gue adalah anak dari Pak Dito Valenzha Muzema dan Ibu Ardhila Putri. Murid SMA Normezza, kelas 11 Ipa 3 yang bisa dibilang ga pinter, dan sedikit bodoh. Tetapi, gue punya bakat dalam bermain gitar. Menurut orang yang udah kenal gue, gue bisa dibilang cuek dan bisa dibilang ga bisa diam. Mantan gue cuma 1, cukup 1 dan ga mau nambah. [skip] "Tanpa lo sadari, lo udah nyakitin hati gue kak!" Bentak gue sambil menahan tangis. "Ya itu sebuah resiko yang harus lo ambil karna lo suka sama gue!" Balasnya dengan sebuah bentakan juga. "Emang ga mikir lo ya, Kak" "Maksud lu apa? Kalo emang gue ga mau sama lo, ya udah, jangan maksa" "Sakit? Iya sakit? Itu juga gue rasain Ly, waktu lo deketin gue dan gebetan gue menjauh dari gue!" Ucapnya dengan nada tinggi. Jelas, kata-kata itu langsung menusuk dada ku hingga sesak. "Gue tau kak, tau banget, tapi kakak ga pernah tau apa yang gue rasain sekarang," Balas gue sambil meneteskan air mata. "Emang gue ga tau, dan gue ga mau tau" "Gue bakal buat lo nyesel, Kak," Ucap gue lalu pergi. Dia~ Penggores luka terhebat. @Copy Right, 2020 by @Csndra_asp

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo